Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Konsultasi Publik KLHS RDTR, Sekda Ajak Masyarakat Wujudkan Purwokerto Kota Berkelanjutan

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berkomitmen menghadirkan wajah baru Kota Purwokerto sebagai kota yang modern, ramah lingkungan, dan nyaman untuk ditinggali. Upaya ini diwujudkan melalui penyusunan Revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Purwokerto yang disertai dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Langkah ini bukan sekadar formalitas perencanaan, melainkan strategi nyata agar setiap kebijakan pembangunan kota berjalan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus meningkat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan maupun kenyamanan masyarakat.

Dalam acara Konsultasi Publik KLHS RDTR yang digelar pada Selasa (30/9/2025) di Pendopo Si Panji Purwokerto, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan KLHS, kita menempatkan keberlanjutan sebagai dasar utama dalam perencanaan. Artinya, Purwokerto harus tumbuh sebagai kota maju yang tetap ramah lingkungan, nyaman ditinggali, dan berdaya saing,” ujar Agus.

Ia menambahkan, forum konsultasi publik ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi juga wadah untuk menyalurkan aspirasi, kritik, serta rekomendasi yang konstruktif dari masyarakat. “Masukan dari Bapak/Ibu pada forum ini akan sangat menentukan arah perencanaan tata ruang Purwokerto ke depan,” tegasnya.

Caption Foto : Konsultasi Publik KLHS RDTR yang digelar pada Selasa (30/9/2025) di Pendopo Si Panji, Purwokerto. (Foto : Dok. Prokompim).

Menyelaraskan Pembangunan dan Lingkungan

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas, dr. Arif Sugiono, dalam kesempatan yang sama memaparkan bahwa KLHS merupakan analisis sistematis, menyeluruh, dan partisipatif. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap kebijakan, rencana, dan program (KRP) pembangunan daerah mengintegrasikan prinsip berkelanjutan.

“Dari identifikasi awal, kami menemukan sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian bersama, seperti pengelolaan air yang belum optimal, penurunan kualitas air, defisit daya dukung pangan, keterbatasan ruang terbuka hijau, hingga masalah pengelolaan sampah,” jelas dr. Arif.

Ia juga menegaskan bahwa penyusunan KLHS dilakukan oleh DLH dengan dukungan konsultan profesional, namun keberhasilannya sangat ditentukan oleh kontribusi masyarakat. “Penyusunan ini tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Masukan dari Bapak/Ibu semua sangat kami harapkan agar hasilnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan Purwokerto,” ujarnya.

Rekomendasi yang muncul dalam forum konsultasi ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan materi teknis RDTR Purwokerto. Harapannya, tata ruang yang disusun tidak hanya indah di atas kertas, melainkan juga nyata memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan tata ruang yang bukan hanya rapi di atas kertas, tapi juga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan hidup,” pungkas dr. Arif.

Melalui proses ini, Pemkab Banyumas ingin memastikan bahwa Purwokerto ke depan akan menjadi kota yang semakin maju, terencana dengan baik, sekaligus tetap hijau dan nyaman sebagai tempat tinggal maupun pusat aktivitas ekonomi. Partisipasi publik menjadi roh utama untuk mewujudkan Purwokerto sebagai kota berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Comments are closed.