Kentalnya Kebhinekaan Dalam Proses Seleksi Akpol 2024
METROJATENG.COM, SEMARANG – Bhineka Tunggal Ika tergambar jelas dalam proses seleksi calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Hal tersebut dirasakan oleh Muhammad Rajab Yelipele, salah satu calon taruna dari Papua.
Rajab merupakan keturunan asli dari suku Dani di Wamena, Papua. Sebenarnya dia sudah terbiasa dengan keberagaman karena dia adalah muslim yang merupakan minoritas di Papua. Ayah Rajab yang merupakan asli Suku Dani bahkan memimpin MUI di Jayapura.
“Bapak saya orang asli Wamena, Suku Dani. Bapak bekerja sebagai ketua MUI Jayapura dan juga sebagai ketua Masjid Raya Baiturrahim Papua. Mama sebagai ibu rumah tangga di rumah”, kata Rajab.
Masuk Akpol dan menjadi polisi merupakan cita-citanya untuk mengabdi dan memberikan contoh baik kepada adik dan keluarganya. Ia mengaku termotivasi oleh sosok Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri yang memimpin kepolisian dengan baik di Papua.
“Saya melihat pak Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius sangat bagus, beliau asli Papua dan itu sangat memotivasi saya”, ucapnya.
Rajab mengikuti seleksi di tingkat panitia daerah hingga akhirnya bisa ke tingkat panitia pusat di Semarang. Ia mengaku cukup takjub dengan keberagaman yang terasa di antara para calon taruna. Dimana teman-temannya dari berbagai daerah dengan logat bicara yang berbeda-beda, dari suku dan agama yang berbeda yang menggambarkan Indonesia.
“Di Semarang saya dapatkan teman baru, dari Jakarta, Makasar, Gorontalo Semarang dan lainnya. Banyak yang berbeda dari mereka. mulai bahasa, cara berteman, bergaul, saya di Papua mungkin sedikit berbeda. Tapi saya mulai terbiasa dengan teman-teman yang ada di sini”, tuturnya.
Sampai saat ini, sebanyak 492 calon taruna masih menjalani seleksi Akpol tingkat panitia pusat tahun anggaran 2024. Tahap yang dilalui saat ini yaitu wawancara PSI dan PMK. Mereka akan mengikuti seleksi hingga akhirnya sidang kelulusan pada 29 Juli 2024.
Comments are closed.