Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Puluhan Dokter Kagumi Proses Pembuatan Obat Herbal dan Jamu Tradisional yang Modern di Pabrik Sido Muncul

0

METROJATENG.COM, SEMARANH  – Puluhan dokter dari berbagai rumah sakit di Indonesia mengagumi proses produksi obat herbal, suplemen  dan jamu tradisonal di pabrik Sido Muncul di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Rabu (9/8).

Para dokter ini yakin  obat herbal, suplemen serta jamu tradisional produksi Sido Muncul. dapat diintegrasikan dengan layanan kesehatan di rumah sakit dengan membuka pojok Jamu. Hal ini dikarenakan proses pembuatan obat herbal dan jamu dibuat dengan mesin-mesin modern dan selalu dijaga kebersihannya dan sangat hieginis. serta dilakukan uji  laboratorium.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta, dr Jack Pradono saat mengunjungi pabrik Sido Muncul, Dokter Jack  mengaku sangat terkesan dengan produksi jamu dan herbal milik Sido Muncul. Ia takjub bagaimanan Sido Muncul menjaga kebersihan, mutu dan kaidah-kaidah pembuatan jamu serta obat tradisional yang baik.

“Selama ini kami hanya menggunakan tapi tidak tahu prosesnya. Maka sekarang kami menyaksikan proses produksi secara langsung  dan semakin yakin, mantap dan bisa lebih percaya lagi ke depannya dalam menggunakan obat ini untuk kami sendiri maupun pasien di rumah sakit,” ungkap Jack.

Pihaknya pun berencana untuk mengintegrasikan produk jamu dan herbal dengan layanan kesehatan di rumah sakitnya.

“Yang dilakukan ini masih untuk pencegahan dan juga kegiatan promotif untuk pemeliharaan kesehatan.
Ke depannya kami melihat apakah peluang-peluang itu bisa dilakukan terutama untuk penyakit diabetes ringan atau hipertensi,” lanjut Jack.

Kerjasama Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat saat menerima kunjungan para dokter dari berbagai wilayah di Jawa dan Bali dan siap melakukan kerjasama denga rumah skit di Indonesia untuk membuka Pojok Jamu di Rumah Sakit. (tya)

 

Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat bahkan secara langsung mendampingi puluhan dokter dan direktur rumah sakit tersebut. Mereka dibawa untuk mengunjungi bagian bagian pabrik satu persatu untuk melihat laboratorium, tempat pengawasan quality control (QC) dan quality assurance (QA), tempat pemeriksaan fisika, mikrobiologi, kimia dan cemaran logam berat dan lain sebagainya.

Irwan mengatakan, dirinya sengaja mengundang para dokter tersebut untuk secara lansung menyaksikan bagiaman produk produk Sido Muncul dibuat. Ia ingin menunjukan bahwa produk Sido Muncul aman dan terpercaya.

“Yang penting bagaimana dokter itu percaya, kami undang ke sini supaya mereka lihat proses produksi, bagaimana cara kami meneliti, mengolah bahan baku. Supaya para dokter mengenal bagaimana kami mengolah produk itu,” kata Irwan di sela acara.

Ia menyebut, obat herbal dapat digunakan sebagai pendamping obat-obat modern di rumah sakit. Sido Muncul sendiri sudah memiliki pojok jamu atau outlet mereka di delapan rumah sakit di Indonesia.

“Kita masuk rumah sakit karena sudah memenuhi persyaratan, di BPOM, di U Kesehatan. Sudah ada yang masuk itu mayoritas suplemen, obat-obatan herbal seperti temulawak, kunyit, sambiloto dan lain sebagainya,” jelas dia.

Ia berharap, dari kunjungan ini produk herbal dan suplemen kesehatan dari Sido Muncul dapat diterima di rumah sakit sebagai pendamping kesehata

“Sebenarnya cara untuk mencapai kesehatan itu kan banyak. Obat-obat herbal itu sebenarnya juga berkhasiat dan bisa membantu masyarakat yang sakit, bisa dikonsumsi sendiri atau sebagai pendamping obat modern,” imbuh Irwan

Direktur RSUD Bali Mandara, dr Ketut Suarjaya juga mengatakan hal yang sama. Ia merasa takjub dengan pembuatan produk jamu dan herbal di Sido Muncul

“Saya dapat kesempatan luar biasa dapat berkunjung ke PT Sido Muncul, ke pabrik tempat produksi. Mulai dari awal, bagaimana manajemen bahannya, pengelolaan bahan herbalnya, pengolahan obat tradisional yang baik, sampai dengan quality control yg saya saksikan sangat bagus,” ungkap Ketut.

Usai kunjungan ini, pihaknya juga berencana untuk mengembangkan pemakaian obat herbal di Pulau Bali.
Apalagi, pemakaian jamu, herbal dan rempah di Bali bukanlah hal yang baru.

“Ini pengalaman sangat baik karena kami di Provinsi Bali juga mengembangkan pelayanan kesehatan tradisonal dengan berbasis obat herbal ini. Pemprov Bali juga memiliki tempat pengolahan pasca panen, tempat tanaman obat, juga memproduksi obat herbal tapi masih sangat sederhara. Kunjungan ke sini memberi pemahaman lebih karena kami yakini PT Sido Muncul memproduksi obat herbal yang memang sudah berkualitas. Tentu dijamin keamanan dan khasiatnya,” kata Ketut.

Sebagai informasi, dokter yang datang berasal dari sejumlah rumah sakit di antaranya Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno Surakarta, RSUD Bali Mandara, Rumah Sakit Pantiwilasa Semarang, Rumah Sakit Banyumanik 2 Semarang, dan lain-lain.

Tak hanya dokter, para akademisi dan pegawai pemerintahan juga turut datang, meliputi dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, UPTD Kesehatan Pengobat Tradisional Bali, Universitas Bali Internasional, Fakultas Kedokteran Universitas Ganesha dan banyak lagi. (tya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.