Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dinas Pendidikan Kota Semarang Dukung Kompetisi dan Kreativitas Anak

Wujudkan Anak Didik yang Kreatif, Inovatif dan Berkarakter.

0

METROJATENG.COM, SEMARANG  – Sekolah Mutid Merdeka (SMM) sebagai sekolah blended learning pertama di Semarang sangat mendukung proses pembelajaran anak melalui pembelajajaran kontekstual. Kegiatan belajar berbasis praktik ini sangat relevan dengan keseharian anak, sehingga memudahkan anak memahami materi dan mengaplikasikannya ke kehidupan nyata.

Kepala Sekolah SMM Puspita Dwi Permatasari. berkolaborasi dengan  LV Organizer dan Bimbel R2 menggelar kegiatan “Colorfull Ramadhan” di SIM Square Telogorejo Semarang,Minggu (19/3). Kegiatan  yabg sudah digelar 3 kali diikuti ratusan siswa PAUD dan SD di kota Semarang.

Di Event ini berbagai kompetisi anak-anak seperti lomba menggambar, lomba mewarnai, fshion show dan tari ballet. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan anak didik yang kreatif, inovatif dan berkarakter.

Hadir dalam kegiatan tersebut Noor Chosim, S.Pd, M.Pd  selaku  Kepala Seksi Peserta Didik PAUD & PNF Dinas Pendidikan Kota Semarang. pada kesempatan ini, ia  juga mensosialisasikan tentang program-program dari  Dinas pendidikan khususnya untuk  PAUD & PNF. Diharapkan dengan event ini  dapat memacu kompetensi anak- anak dalam berkompetisi yang sesuai dengan Visi & Misi Dinas Pendidikan Kota Semarang .

” Saya berharap kegiatan ini dapat memacu kompetisi dan kreativitas anak-anak, untuk mewujudkan cita-cita anak,” ungkapnya.

Sesuai dengan visi misi Dinas Pendidikan  ingin  mewujudkan ekosistem PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Non Formal yang kreatif, inovatif dan berkarakter. Meningkatkan kualitas PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Non Formal termasuk bagi siswa berkebutuhan khusus secara memadai. Meningkatkan kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada tingkat PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Non Formal yang kreatif, inovatif dan berkarakter.

Sekolah Murid Merdeka – Salah satu orang tua murid sibuk menanyakan keunggulan Sekolah Murid Merdeka (SMM)
saat mengunjungi pameran di SIM Telogorejo Semarang. (tya)

 

Sementara itu Kepala Sekolah SMM Puspita Dwi Permatasari yang ditemui disela-sela kegiatan “Colorfull Ramadhan” di SIM Square Telogorejo Semarang,Minggu (19/3) mengatakan SMM memiliki waktu belajar yang sangat fleksibel. Menurut anak bisa memilih waktu belajar, bahkan pembelaran dapat dilakukan secara online maupun offline (tatap muka)

“Murid-murid bebas untuk memilih sistim pembelajaran, mau belajar setiap hari mau belajar seminggu  dua kali bahkan semibggu sekali juga bisa. Bahkan pembelajaran bisa dilakukan secara online dan bisa dilakukan pagi atau sore hari,” ungkap puspita.

Ditambahkan siswa di SMM, kebanyakan anak-anak yang sudah memiliki karir, misalnya pemain sepak bola, atau balerina, sehingga waktu belajar anak tersita untuk latihan. DI SMM anak bisa menentukan waktu belajarnya tanpa mengganggu karirnya.

 “Jadi jam pembelajaran di SMM sangat fleksibel. Selain itu guru-gurunya juga memiliki pengalaman yang luas dan sangat berkompeten. Selain itu proses pembelajaran juga sangat interaktif, swhingga  mampu meningkatkan kepercayaan diri anak ubtuk menunjukan potensi terbaiknya,” tambah Puspita.

Siswa di SMM rata-rata anak yang sudah memiliki karir tertentu, seperti bola, balerina, pemain film atau abak-anak yang orang tuanya sering berpindah-pindah kerja baik dalam negeri maupun luar negeri sehingga SMM dipilih unruk melanjutkan sekolahnya.

Siswa SMM ini  mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP higgga SMA. Meskinsiswa bebas untuk menentukan jadwalnya sendiri, tapi itu bukan berarti kualitas SMM berbeda dari sekolah yang lain.

Menurut Puspita SMM tetap menyusun kurikulum berbasis kompetens, ama seperti sekolah lain.

“Jadi yang  kami kejar dari anak itu bukan lagi seberapa banyak dia menghafal,  tapi Seberapa luas anak-anak  bisa mengembangkan kompetensinya sehingga nantinya bisa menciptakan proyek-proyek yang bisa berguna  di masa depan. Jadi  sekolah SMM sudah  berbasis proyek dan sudah  tidak ada ulangan harian  sebaliknya kami mendorong anak-anak itu untuk membangun proyeknya sendiri yang bisa mewadahi minat bakatnya.,” tambahnya.

Saat ini SMM yang berlokasi di Kecamatan Vajah Mungkur Semarang atau tepatnya di Jl Semeri, memiliki 25 siswa yang belajar secara tatap dan 50 siswa yang belajar secara online. Keunggulan sekolah ini memiliki kelas interaktif dengan jadwal yang bisa dipilih baik sore maupun pagi. Pembelajaran yang fleksibel bisa dikelas atau tatap muka tambahan si lokasi SMM manapun  , memiliki guru yang berkompensi dan interaktif serta tersedia sesi sharing antara guru dan orang tua.

Sementara itu Kasi Peserta Disi PAUD dan PNF Noor Chosim, sangat mendukung kegiatan belajar di SMM. Menurutnya dengan proses pembelajaran kontekstual ini anak-anak dapat mengembangkan bakatnya , baik di bidang seni. olah Raga, maupun mata pelajaran lain yang disukainya.

Ditambahkan dengan sistim belajar yang fleksibel diharapkan SMM mampu membekali anak-anak dengan ilmu dan kompetensi , sehingga  anak-anak menjadi percaya diri, tangguh dan inovatif serta memiliki daya saing tinggi.

“Saya berharap anak-anak lulusan SMM mau menciptakan. lapangan kerja sendiri dengan berbekal ilmu dan bakat yang dimiliknya,” ungkap Noor Chosim. (tya)

Kompetisi – Sekolah Murid Merdeka (SMM) berkolaborasi dengan LV Organizer dan Bimbel R 2 gelar berbagai lomba di bulan ramadhan untuk anak-anak. (tya)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.