Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Pertumbuhan Kredit Perbankan Di Jawa Tengah Meningkat 9,64 Persen

0 109

METROJATENG.COM, MAGELANG – Pertumbuhan kredit perbankan di Jawa Tengah September 2022 tumbuh sebesar 9,64 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan lalu yang tumbuh 9,08 persen (yoy), namun pertumbuhan kredit tersebut masih di bawah Nasional yang tumbuh 11,00 persen (yoy).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng DIY Aman Santosa mengatakan penyaluran kredit kepada UMKM di Jawa Tengah dan DIY mencapai 49,37 persen dan 49,04 persen lebih tinggi dibandingkan Nasional yang mencapai  21,53 persen. Sesuai arahan Presiden agar porsi  penyaluran kredit UMKM sebesar 30 persen pada tahun 2024.

“Pertumbuhan kredit kepada UMKM perbankan di Jawa tengah 26,48 persen (yoy) dan DIY 19,85 persen (yoy), diatas pertumbuhan nasional sebesar 17,31 persen (yoy),” jelas Aman dalam forum grup diskusi (FGD)tentang literasi dan inklusi keuangan di Magelang, Kamis (24/11/2022)  

Sementara itu dana pihak ketiga [DPK] yang berhasil dihimpun perbankan  tumbuh 5,35 persen (yoy) di bawah pertumbuhan nasional 6,82 persen (yoy). DPK lebih rendah karena dana korporasi yang banyak digunakan untuk investasi & konsumsi.

Sedangkan aset perbankan di Jawa Tengah bulan September 2022 tumbuh 8,94 persen (yoy) diatas nasional yang tumbuh 7,75 persen (yoy). Meningkatnya aset perbankan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III 2022 yang mencapai  5,28 persen (yoy) atau meningkat dibanding tahun sebelumnya pada Triwulan III 2021 yang tumbuh sebesar 2,73 persen (yoy). 

“Angka pertumbuhan ini berada di bawah angka pertumbuhan Nasional sebesar 5,72 persen (yoy),” terang Aman.

Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah Semester III didukung oleh sektor Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh 98,53 persen (yoy), Akomodasi Makanan dan Minuman 24,33 persen (yoy), diikuti Jasa Lainnya 12,16 persen (yoy).

Pasa sektor pertanian sebagai sektor terbesar kedua setelah Industri pengolahan dalam struktur ekonomi Jawa Tengah mengalami kontraksi  -1,17 persen. Hal ini karena mayoritas padi dan tanaman lain tidak panen pada periode ini (tya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.