Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Pertamina Gerak Cepat Penanganan Rembesan Proyek Pipa BBM di Cilacap

0 57

METROJATENG.COM, CILACAP – Pertamina bergerak cepat dan terus mengintensifkan penanganan dampak kebocoran pada Proyek Pipa BBM CB di Dusun Lengkong, Desa Jeruklegi Kulon, Jeruklegi, Cilacap yang terjadi pada Rabu (3/8/2022). Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat personel dan peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan dampak rembesan.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengatakan, saat ini PT Pertamina Patra Niaga melakukan penanggulangan dengan dukungan dari Fuel Terminal Lomanis, Fuel Terminal Maos, Integrated Terminal Cilacap, dan Fuel Terminal Tasikmalaya.

“Kami juga didukung oleh Refinery Unit Cilacap PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Pertamina Trans Kontinental,” katanya.

Brasto menjelaskan, saat ini pihaknya memprioritaskan penanganan yang dilakukan dalam tiga aspek, yaitu perbaikan pipa, penyedotan BBM di area, dan pemulihan area terdampak.

Menurut Brasto, saat diketahui adanya kejadian di lapangan, petugas segera mematikan pompa dan menutup pipa, agar dapat fokus untuk melakukan perbaikan pipa dan membersihkan sisa tumpahan BBM di sekitar area rembesan. Langkah ini dapat segera menghentikan aliran BBM pada pipa CB (Cilacap-Bandung) yang pada saat itu sedang menyalurkan BBM dari Fuel Terminal Lomanis ke Fuel Terminal Tasikmalaya dan Integrated Terminal Bandung Group.

“Kami telah menggerakan puluhan personel secara bergilir selama 24 jam untuk membersihkan dampak rembesan dengan menurunkan vacuum truk, oil boom, solid floatation boom, mobil tangki dan juga bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan pihak-pihak terkait lainnya,” ungkap Brasto.

Mengenai penyebab rembesan, Brasto mengaku, saat ini masih dalam proses penyelidikan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Kerja Sama Operasional (KSO) PT Hutama Karya-PT Timas Suplindo selaku pelaksana proyek pipa Cilacap Bandung (CB) 3 dalam penyelidikan, penanggulangan, dan komunikasi ke masyarakat terkait kejadian tersebut,” tegasnya.

Sementara itu di lapangan beredar kabar jika kebocoran pipa diduga akibat kelalaian dari pekerjaan pengeboran proyek pipa baru yang menyenggol pipa eksisting. Pekerjaan pipa baru digarap oleh Hutama Karya sebagai pelaksana proyek.

Community Development Hutama Karya, Agung saat dihubungi media menuturkan, saat menerima laporan kejadian, pihak Hutama Karya langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Adapun sampai saat ini pihaknya masih dalam proses perbaikan.

“Kami dari pihak HK begitu menerima laporan akan kejadian tersebut langsung melakukan pengecekan ke lokasi, dan sampai saat ini sedang dalam proses pekerjaan,” ujarnya.

Terkait pertanggungjawaban akan dampak dan kerugian yang dialami Pertamina, Agung menegaskan masih akan koordinasi dengan pimpinan.

“Untuk hal itu saya belum menjawab, nanti akan saya koordinasikan dulu dengan pimpinan,” tandasnya.(ris)

Leave A Reply

Your email address will not be published.