Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

KKN UNS Gelar Festival Produk dan Gelar Budaya di Desa Banyuanyar

*di tengah maraknya kasus Omicron di Indonesia

0

METROJATENG.COM, BOYOLALI – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret (KKN UNS) yang dilakukan oleh Kelompok 80 selama 45 hari bertempat di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Dengan mengusung tema yaitu “Pengembangan Kampung Susu, Kopi, dan Jahe”, program KKN ini bertujuan khusus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Banyuanyar akan banyaknya potensi wilayah dan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi lebih baik lagi.

Program kerja yang dilakukan seluruh anggota kelompok KKN memiliki inti kegiatan yaitu pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi, pengembangan produk dari sumber daya alam yang ada melalui pelatihan, dan diakhiri dengan kegiatan puncak yaitu festival produk dan gelar budaya Desa Banyuanyar.

Untuk kegiatan akhir atau kegiatan puncak dari KKN UNS kelompok 80 yang bernama “Festival Produk dan Gelar Budaya Desa Banyuanyar”, kegiatan tersebut dilaksanakan mulai siang hingga malam hari pada tanggal 26 Februari 2022 di Gedung Industri Kecil Menengah (IKM) yang dimiliki oleh Desa Banyuanyar. Tema yang diangkat pada kegiatan festival ini yaitu “Eksplorasikan Potensimu Jayakan Desamu”, dimana, pada kegiatan ini masing-masing Dukuh di Desa Banyuanyar memperkenalkan produk yang mereka miliki.

Terdapat beberapa produk yang dihadirkan pada festival ini yaitu, produk olahan berbahan dasar kopi, susu, jahe, dan tanaman toga yang merupakan produk dari masing-masing Dukuh di Desa Banyuanyar. Masing-masing produk tersebut disediakan stand yang digunakan untuk menjual produk mereka kepada para masyarakat, perangkat desa, dan juga tamu undangan yaitu dosen dari Universitas Sebelas Maret.

Selain itu, kesenian reog dan karawitan turut dihadirkan oleh mahasiswa KKN UNS Kelompok 80 sebagai bentuk pertunjukan gelar budaya yang dimiliki oleh Desa Banyuanyar dan juga untuk menarik perhatian masyarakat Desa Banyuanyar agar banyak masyarakat desa yang datang ke Gedung IKM untuk mengikuti kegiatan festival ini. Pertunjukan reog dan karawitan ini dilaksanakan mulai siang hingga sore hari pada tanggal pelaksanaannya.

Pada malam harinya, kegiatan inti dari “Festival Produk dan Gelar Budaya Desa Banyuanyar” pun dimulai, kepala Desa Banyuanyar yaitu Bapak Komarudin S.T., dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada mahasiswa KKN UNS kelompok 80. “Saya berterima kasih kepada teman-teman KKN UNS yang sudah menjalankan program KKN selama satu setengah bulan ini di Desa Banyuanyar, banyak manfaat tentunya yang dapat diterima masyarakat Desa Banyuanyar melalui program kerja yang teman-teman KKN UNS lakukan, selain itu, program kerja yang dilakukan turut serta membantu pemerintah desa dan juga membantu Desa Banyuanyar pada khususnya untuk mencapai tujuannya yaitu Desa Banyuanyar menjadi desa digital dan desa wisata.”

Selain kesenian reog dan karawitan yang telah lama dimiliki oleh Desa Banyuanyar, terdapat juga penampilan kesenian berupa tari pangpung kreasi yang ditampilkan oleh ibu-ibu Dukuh Jumbleng. Tarian tersebut merupakan hasil dari pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNS Kelompok 80 selama 3 minggu dan merupakan pengabdian dari mahasiswa KKN sebagai bentuk terimakasih karena sudah diterima dengan baik saat tinggal di Dukuh Jumbleng.

Tidak ketinggalan, di akhir rangkaian kegiatan festival, mahasiswa KKN UNS Kelompok 80 juga turut memberikan persembahan berupa menyanyikan beberapa lagu yang dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Desa Banyuanyar yang hadir pada kegiatan festival. Persembahan tersebut menandakan berakhirnya kegiatan “Festival Produk dan Gelar Budaya Desa Banyuanyar” dan merupakan bentuk mahasiswa KKN UNS Kelompok 80 izin pamit meninggalkan Desa Banyuanyar.

Hingga akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan “Festival Produk dan Gelar Budaya Desa Banyuanyar” berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir kegiatan. Namun, perlu diketahui bahwa tanggal pelaksanaan kegiatan festival ini bertepatan dengan PPKM level 2 yang ditetapkan oleh pemerintah akibat adanya covid-19 varian omicron, sehingga mahasiswa KKN UNS Kelompok 80 pada tahap persiapan kegiatan ini mengalami beberapa kendala atau hambatan yaitu permohonan surat izin kegiatan yang sulit karena melibatkan banyak orang dan banyaknya masyarakat Desa Banyuanyar yang sakit.

Dengan semangat dan kemauan yang tinggi, mahasiswa KKN UNS Kelompok 80 dapat mengatasi hambatan tersebut dengan cara meyakinkan pihak-pihak yang terkait bahwa kegiatan festival ini akan tetap memperhatikan protokol kesehatan, pada kegiatan berlangsung setiap tamu undangan harus menggunakan handsanitizer yang telah disediakan dan diberikan masker bagi yang tidak memakainya. Sehingga, “Festival Produk dan Gelar Budaya Desa Banyuanyar” tetap bisa dilaksanakan di tengah maraknya kasus Omicron di Indonesia.(vin/ris)

Leave A Reply

Your email address will not be published.