Tumor Seberat 3 Kilogram Diangkat, Sofi Bertahan Melawan Kanker Usus Berkat JKN
METROJATENG.COM, SEMARANG – Sofi, 32, tak pernah menyangka nyeri perut dan sulit buang air besar yang dialaminya selama berbulan-bulan menjadi awal perjuangan melawan kanker usus stadium dua. Tumor seberat tiga kilogram ditemukan di ususnya saat menjalani operasi di Rumah Sakit Roemani Semarang.
Di tengah ketidakpastian menghadapi penyakit serius, perempuan asal Semarang itu bersyukur karena Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menanggung biaya pengobatan yang dijalaninya, mulai dari pemeriksaan di puskesmas, operasi, obat-obatan, hingga kemoterapi.
Sebelum mengetahui penyakitnya, Sofi mengira gangguan pencernaan yang dialaminya hanyalah masalah biasa. Ia kerap kesulitan buang air besar, bahkan hanya bisa melakukannya setiap dua hingga tiga hari sekali. Kondisi tersebut berlangsung selama berbulan-bulan.
“Awalnya sudah berbulan-bulan susah buang air besar, bisa dua atau tiga hari sekali. Lalu saya minum obat-obatan saja karena pikir saya hanya masalah pencernaan biasa. Kata tetangga, perut saya mulai membesar, bahkan sampai dikira hamil,” ungkap Sofi, Kamis (8/10/2026).
Keluhan itu semakin parah ketika Sofi tidak bisa buang air besar selama sepekan dan merasakan nyeri hebat di bagian perut. Ia kemudian memeriksakan diri ke puskesmas dan mendapat obat untuk mengatasi gangguan lambung.
Namun, kondisinya tak kunjung membaik. Sofi pun mendapat rujukan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah sempat menjalani observasi dan rawat jalan, nyeri hebat kembali menyerangnya.
Tak sanggup menahan rasa sakit, Sofi bersama suaminya bergegas menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Roemani Semarang menjelang subuh.
Di rumah sakit, Sofi didiagnosis mengalami batu empedu dan harus menjalani operasi. Namun, saat tindakan dilakukan, dokter menemukan pembengkakan pada usus serta tumor yang selama ini tidak diketahuinya.
Temuan tersebut mengubah segalanya. Operasi yang semula direncanakan untuk menangani batu empedu juga menjadi jalan untuk mengangkat tumor di ususnya. Sofi kemudian diketahui menderita kanker usus stadium dua.
“Baru tahu terkena kanker usus setelah operasi. Saat itu saya sudah tidak sadar, karena awalnya rencana operasi untuk batu empedu. Alhamdulillah, semuanya bisa berjalan lancar,” tuturnya.
Operasi berlangsung sekitar enam jam. Tumor seberat tiga kilogram berhasil diangkat dari tubuh Sofi. Meski tindakan operasi telah dilalui, perjuangannya belum selesai.
Kini, ia harus menjalani kemoterapi untuk menangani kanker yang dideritanya. Sofi telah menjalani sekitar lima kali kemoterapi dan saat ini memilih melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Telogorejo Semarang.
Di tengah rangkaian pengobatan yang tidak singkat, Sofi mengaku lega karena biaya pelayanan kesehatan yang diterimanya ditanggung melalui Program JKN. Ia merupakan peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang terdaftar melalui perusahaan tempat suaminya bekerja.
“Semua ditanggung program JKN, tidak ada biaya yang keluar, mulai dari pelayanan di puskesmas, tindakan operasi, obat-obatan, bahkan hingga kemoterapi. Kebetulan saya terdaftar sebagai peserta JKN dari perusahaan suami, jadi iurannya langsung dipotong setiap bulan dari gaji suami,” jelasnya.
Bagi Sofi, jaminan pembiayaan kesehatan tersebut sangat berarti. Di saat harus berfokus pada pemulihan, ia tidak perlu menanggung sendiri biaya pengobatan yang dijalaninya.
Ia juga mengapresiasi pelayanan fasilitas kesehatan yang dinilainya baik. Menurut dia, tidak ada perlakuan berbeda, baik dalam urusan administrasi, fasilitas, maupun pelayanan tenaga kesehatan.
Pengalaman itu membuat Sofi berharap JKN terus hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pengobatan, terutama mereka yang harus menghadapi penyakit serius dengan rangkaian perawatan panjang.
“Harapannya program JKN ini tidak dihapus, harus tetap ada, apalagi sifatnya gotong royong. Kalau sehat, alhamdulillah. Namun, kalau sakit seperti saya, program ini bisa membantu. Biayanya juga terjangkau. Intinya, terima kasih karena sangat membantu saya,” katanya dengan suara bergetar menahan haru.
Bagi Sofi, JKN bukan sekadar jaminan kesehatan. Program tersebut menjadi penopang di tengah perjuangannya melawan kanker, memberinya kesempatan untuk terus menjalani pengobatan dan berharap bisa kembali pulih. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.