Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

33,375 Kg Sampah Botol Plastik Ditukar Sembako di Pasar Budaya Mowowangi Semarang

Bukti Dukungan Pertamina Kepada Lingkungan dan UMKM

METROJATENG.COM, SEMARANG – Puluhan kilogram sampah botol plastik berhasil dikumpulkan dalam kegiatan Pasar Budaya Mowowangi di Pedurungan Tengah, Kota Semarang. Sampah tersebut ditukar warga dengan sembako.

Tercatat  33,375 kilogram sampah botol plastik terkumpul dalam kegiatan yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Budaya bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Integrated Terminal Semarang, Minggu (4/10).

Sampah yang dikumpulkan warga selanjutnya dikelola Bank Sampah Nyampah Ngumpul Mulyo untuk dipilah dan diolah kembali.

Salah seorang warga, Evi, mengaku kegiatan tersebut menarik karena sampah yang biasanya dibuang bisa ditukar dengan kebutuhan rumah tangga.

“Kita tukar 1 kg botol plastik bekas setelah minum menjadi sembako yang isinya bermanfaat banget,” ujarnya.

Selain mengajak warga mengelola sampah, Pasar Budaya Mowowangi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produknya. Kegiatan yang digelar rutin sebulan sekali itu menghadirkan bazar UMKM kuliner, produk pertanian dan peternakan, serta berbagai kegiatan edukasi budaya.

Dalam Festival Mowowangi kali ini, Kelompok Tani Tani Mulyo membawa sejumlah produk hasil olahan masyarakat, di antaranya Wingko Sukun, Wedang Juser berbahan jeruk dan serai, Wedang Dayak, serta telur kampung.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 10.30 WIB itu juga diisi lomba mewarnai anak, aktivasi MyPertamina, dan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Integrated Terminal Manager Semarang PT Pertamina Patra Niaga, Olivia Proboningrum Chintami Graha, mengatakan dukungan terhadap Pasar Budaya Mowowangi merupakan bagian dari upaya mengembangkan potensi yang telah dimiliki masyarakat.

“Yang kami dorong adalah bagaimana potensi yang sudah dimiliki masyarakat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Harapannya kegiatan ini dapat mendorong kemandirian masyarakat dan mampu menjaga keberlanjutan program,” kata Olivia.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak hanya menyangkut pengembangan kegiatan ekonomi, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, kegiatan tukar sampah menjadi sembako diharapkan dapat membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah.

Ketua Kampung Budaya, Suparji, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina dalam kegiatan tersebut. Ia berharap Pasar Budaya Mowowangi semakin berkembang dan dikenal masyarakat.

“Terima kasih kepada Pertamina yang sudah ikut mendukung kegiatan di Kampung Budaya. Semoga ke depannya kegiatan ini semakin meriah dan dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Pasar Budaya Mowowangi digelar dengan konsep berbeda setiap bulan. Festival tersebut sekaligus diarahkan menjadi destinasi wisata edukasi budaya untuk memperkenalkan kembali tradisi dan kearifan lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan usaha lokal dan pengelolaan lingkungan.

Program tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.