Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Serap Aspirasi Masyarakat, Lula Kamal Tekankan JKN tetap aktif

 

METROJATENG.COM, SEMARANG  – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan sekadar kartu untuk berobat ketika sakit. Di balik program tersebut ada semangat gotong royong, ketika peserta yang sehat ikut menopang peserta lain yang membutuhkan layanan kesehatan.

Pesan itu disampaikan Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Lula Kamal, saat bertemu dan menyerap aspirasi dari sejumlah komunitas peserta JKN di Kota Semarang, Kamis (1/10/2026).

Dalam kegiatan Audiensi dan Serap Aspirasi bersama Komunitas Semarang tersebut, Lula berdialog langsung dengan perwakilan Paguyuban Prolanis Klinik Delima Sehat, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Kota Semarang, Komunitas UMKM Geraikopimi Semarang, serta Forum Kesehatan Kelurahan.

Lula mengatakan, masukan dari komunitas penting untuk mengetahui secara langsung pengalaman peserta sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program JKN.

“Tak hanya aspirasi, akan diterangkan juga program-program apa saja yang ada dan dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN. Ingat BPJS Kesehatan milik rakyat, jadi harus dijaga dan disayang. Jangan sampai kemudian jatuh sakit tidak memiliki perlindungan apapun,” ujar Lula.

Menurutnya, lebih dari 280 juta penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN. Kepesertaan tersebut menjadi bagian dari sistem perlindungan kesehatan nasional yang dibangun dengan prinsip gotong royong.

Lula mengibaratkan JKN seperti sebuah celengan bersama. Iuran yang dibayarkan peserta ketika sehat akan membantu peserta lain yang membutuhkan biaya pengobatan.

“Program JKN ibarat celengan. Bagi peserta yang rajin membayar iuran akan menjadi celengan bagi peserta yang jatuh sakit. Bisa dibayangkan satu orang sakit jantung yang menanggung 3.000 orang sehat. Sekali cuci darah akan menghabiskan banyak biaya, sedangkan sebagai peserta JKN cukup membayar iuran Rp35.000 sebulan,” katanya.

Karena itu, Lula mengingatkan peserta agar tidak hanya memanfaatkan JKN ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungan program dengan memastikan kepesertaan tetap aktif dan iuran dibayarkan secara rutin.

“Bukan sekadar sedekah, namun perjanjian rakyat Indonesia. Ada kontribusi dan peran peserta JKN yang sehat yang terus membayarkan iurannya,” tegasnya.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan terus mendorong kemudahan akses layanan. Peserta dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, termasuk fitur antrean online, sehingga tidak harus datang terlalu pagi dan menunggu lama di fasilitas kesehatan.

Untuk menyampaikan keluhan maupun mendapatkan bantuan saat berada di rumah sakit, peserta juga dapat menghubungi petugas BPJS Satu.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Debbie Nianta Musigiasari mengatakan, pengalaman langsung peserta menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki penyelenggaraan Program JKN.

“Dengan menyampaikan pengalaman yang nyata pada serap aspirasi kali ini, semoga yang telah baik tetap berjalan dengan baik dan apa yang kurang dalam Program JKN ini dapat kami evaluasi untuk perbaikan ke depannya,” ujar Debbie.

Menurutnya, kehadiran komunitas Prolanis juga menunjukkan bahwa penyakit kronis dapat dikelola sehingga peserta tetap dapat menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik.

Debbie mengajak peserta JKN memastikan kepesertaan tetap aktif dengan membayar iuran secara rutin. Peserta juga dapat memanfaatkan fitur autodebit untuk memudahkan pembayaran.

“Bagi pelaku usaha juga senantiasa memberikan perlindungan bagi pekerja dan anggota keluarganya,” pungkasnya. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.