Danamon, Universitas Prasetiya Mulya dan Manulife Luncurkan Ekosistem Perencanaan Pendidikan Anak
METROJATENG.COM, JAKARTA- Universitas Prasetiya Mulya bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia resmi meluncurkan Danamon Prasmul EduWealth (DPEW), sebuah ekosistem perencanaan pendidikan yang dirancang untuk membantu keluarga Indonesia mempersiapkan masa depan pendidikan anak secara lebih terencana, berkelanjutan, dan terlindungi.
Peluncuran yang digelar di Auditorium Harry-Jusuf, Kampus BSD City Universitas Prasetiya Mulya, Kamis (9/7/2026), mengusung tema “Unlock the Future”. Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan, layanan perbankan, dan perlindungan asuransi dalam satu ekosistem yang saling melengkapi.
Acara tersebut dihadiri para orang tua, kepala sekolah, guru bimbingan konseling, komunitas pendidikan, praktisi industri, serta jajaran pimpinan Universitas Prasetiya Mulya, Danamon, dan Manulife Indonesia.
Ketua Pengurus Yayasan Prasetiya Mulya, Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak, mengatakan pendidikan merupakan investasi terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak. Namun, menurutnya, pendidikan berkualitas juga harus didukung dengan perencanaan yang matang.
“Kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang memilih universitas terbaik, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih potensi terbaiknya. Melalui Danamon Prasmul EduWealth, kami ingin membantu keluarga Indonesia mempersiapkan perjalanan pendidikan anak secara lebih terstruktur sehingga keputusan pendidikan tidak lagi dibatasi oleh kesiapan finansial semata,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting mengingat tantangan pendidikan di masa depan terus berkembang dan membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.
Sementara itu, Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, menilai perencanaan keuangan pendidikan sejak dini menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Hal tersebut sejalan dengan tren kenaikan biaya pendidikan di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata biaya pendidikan jenjang SMA meningkat dari sekitar Rp4,6 juta pada 2018 menjadi sekitar Rp10,2 juta pada 2024 atau naik sekitar 56 persen. Adapun rata-rata biaya pendidikan tinggi pada 2024 mencapai sekitar Rp19 juta setelah sempat mengalami penurunan pada periode sebelumnya.
“Pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting bagi masa depan keluarga. Seiring meningkatnya biaya pendidikan, perencanaan yang dilakukan sejak dini, termasuk perencanaan keuangan, menjadi semakin penting agar orang tua dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak secara lebih terarah,” kata Ivan.
Melalui DPEW, lanjutnya, Danamon menghadirkan solusi keuangan yang membantu nasabah menyiapkan dana pendidikan secara bertahap, disiplin, dan sesuai kebutuhan keluarga.
Selain aspek pendanaan, perlindungan terhadap berbagai risiko kehidupan juga menjadi bagian penting dalam perencanaan pendidikan. Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Lauren Sulistiawati, mengatakan rencana pendidikan anak membutuhkan kesiapan finansial sekaligus perlindungan agar tetap berjalan meski keluarga menghadapi situasi yang tidak terduga.
“Pendidikan anak merupakan salah satu tujuan penting bagi banyak keluarga. Rencana jangka panjang seperti ini perlu dipersiapkan secara menyeluruh, termasuk melalui perlindungan yang membantu keluarga tetap memiliki kesiapan finansial saat menghadapi berbagai risiko kehidupan,” ungkap Lauren.
Melalui kolaborasi ini, Manulife Indonesia berharap dapat mendukung keluarga Indonesia membangun perencanaan masa depan yang lebih terlindungi sehingga cita-cita pendidikan anak tetap dapat diwujudkan.
Danamon Prasmul EduWealth mengintegrasikan keunggulan Universitas Prasetiya Mulya sebagai institusi pendidikan, Danamon sebagai penyedia solusi perbankan, serta Manulife Indonesia sebagai mitra perlindungan. Ekosistem ini dirancang untuk mendampingi keluarga mulai dari perencanaan pendidikan, penyusunan strategi pendanaan, hingga perlindungan terhadap risiko yang dapat mengganggu keberlangsungan pendidikan anak.
Melalui peluncuran DPEW, ketiga institusi menegaskan komitmen bersama dalam mendukung lahirnya generasi Indonesia yang lebih siap menghadapi tantangan global melalui perencanaan pendidikan yang matang sejak dini. Masa depan anak, menurut mereka, dibangun melalui langkah-langkah kecil yang dimulai dari hari ini.(ris)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.