Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Ajak Siswa SMKN 1 Semarang Telusuri Jejak Akulturasi Tionghoa-Islam di Sam Poo Kong

 

METROJATENG.COM, SEMARANG – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar kampanye edukasi budaya bertajuk “Menjelajahi Warisan Akulturasi Tionghoa-Islam melalui Edukasi Budaya dan Kreativitas Digital” di kawasan bersejarah Sam Poo Kong, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan siswa-siswi SMKN 1 Semarang tersebut bertujuan mengenalkan sejarah akulturasi budaya Tionghoa dan Islam yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Semarang. Melalui pendekatan pembelajaran langsung di lokasi sejarah, peserta diajak memahami nilai toleransi, keberagaman, dan harmoni budaya yang telah tumbuh selama berabad-abad.

Rangkaian acara diawali dengan tur edukatif mengelilingi kawasan Sam Poo Kong. Peserta kemudian mengikuti pemutaran film sejarah perjalanan Laksamana Cheng Ho, diskusi budaya interaktif, aktivitas reflektif melalui Wall of Hope, hingga sesi produksi konten kreatif sebagai bentuk interpretasi pengalaman mereka selama kegiatan berlangsung.

Ketua Pelaksana kegiatan, Rifal Pratama, mengatakan program tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat, aktif, dan berkesan bagi generasi muda.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa memahami sejarah tidak selalu dilakukan melalui teori atau membaca buku. Dengan hadir langsung ke lokasi, peserta dapat melihat, merasakan, dan memaknai sendiri bagaimana nilai toleransi dan akulturasi budaya tumbuh dan bertahan hingga sekarang,” ujarnya.

Kolaborasi antara mahasiswa Ilmu Komunikasi USM dan siswa SMKN 1 Semarang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Selain mengikuti proses pembelajaran, para peserta juga diajak menuangkan pengalaman mereka dalam bentuk karya visual dan dokumentasi kreatif.

Sebagai sarana publikasi dan dokumentasi, mahasiswa menghadirkan akun Instagram @ngelantour.smg yang digunakan untuk membagikan perjalanan kegiatan kepada masyarakat luas. Melalui platform digital tersebut, pesan mengenai pentingnya pelestarian sejarah dan keberagaman budaya diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda.

Pemilihan Sam Poo Kong sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada nilai historisnya sebagai simbol akulturasi budaya Tionghoa-Islam di Semarang. Melalui pengalaman belajar langsung di kawasan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami bahwa keberagaman merupakan bagian yang telah lama hidup dan berkembang dalam masyarakat Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi implementasi mata kuliah Relasi Internal dan Eksternal yang ditempuh mahasiswa Ilmu Komunikasi USM, dengan fokus pada penguatan koordinasi internal antarpanitia serta pengembangan relasi eksternal melalui kolaborasi bersama SMKN 1 Semarang dan pengelola kawasan wisata budaya Sam Poo Kong.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.