BYD Uji Ketangguhan Teknologi Dual Mode di Semarang
Buktikan Efisiensi Konsumsi BBM Capai 65 Km per Liter
METROJATENG.COM, SEMARANG – PT BYD Motor Indonesia memilih Jawa Tengah sebagai panggung untuk membuktikan langsung kemampuan teknologi Dual Mode (DM), inovasi terbaru yang menggabungkan keunggulan kendaraan listrik dan mesin bensin dalam satu sistem yang bekerja secara cerdas.
Setelah diperkenalkan di Jakarta dan Medan, Semarang menjadi kota ketiga yang disambangi BYD untuk menunjukkan bagaimana teknologi tersebut mampu menjawab tantangan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan hingga daerah dengan infrastruktur kendaraan listrik yang belum sepenuhnya berkembang.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitank, mengatakan teknologi Dual Mode dirancang sebagai solusi transisi menuju era kendaraan elektrifikasi yang lebih luas di Indonesia.
“Kendaraan yang kami hadirkan kali ini menggunakan teknologi terbaru berbasis platform Dual Mode. Teknologi ini hadir untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat dalam mengadopsi kendaraan listrik, terutama terkait infrastruktur dan kebutuhan mobilitas jarak jauh,” ujarnya di sela kegiatan test drive di Semarang.
Menurut Luther, keunggulan utama teknologi tersebut terletak pada tingkat efisiensinya yang sangat tinggi. Berdasarkan berbagai pengujian yang telah dilakukan BYD, konsumsi bahan bakar kendaraan mampu mencapai hingga 65 kilometer per liter.
“Kami sudah melakukan sejumlah pembuktian di berbagai kota. Hasilnya menunjukkan kendaraan ini mampu mencapai efisiensi hingga 65 kilometer per liter, bahkan dalam beberapa kesempatan bisa lebih tinggi dari itu,” katanya.

Untuk membuktikan klaim tersebut, BYD mengajak media di Jateng untuk membuktikan ketangguhan teknologi Dual Mode. BYD sengaja memilih rute yang mencerminkan kondisi berkendara sehari-hari masyarakat. Tidak ada rekayasa jalur maupun perlakuan khusus selama pengujian berlangsung.
“Kami ingin menunjukkan kondisi yang nyata. Jalur yang digunakan adalah jalur normal yang biasa dilalui masyarakat setiap hari, sehingga hasilnya bisa menjadi gambaran yang sesungguhnya,” jelas Luther.
Sementara itu, Product Expert BYD Indonesia, Boby Bharata, menjelaskan bahwa teknologi Dual Mode bekerja dengan mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin secara otomatis sesuai kebutuhan kendaraan.
Berbeda dengan kendaraan hybrid konvensional, sistem Dual Mode dikembangkan untuk mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Pengguna tidak perlu mengatur mode berkendara secara manual. Sistem akan membaca kondisi kendaraan dan menentukan secara otomatis kapan menggunakan motor listrik dan kapan mesin bensin bekerja. Semua dilakukan untuk mendapatkan efisiensi terbaik,” kata Boby.
Ia menjelaskan, dalam penggunaan harian terutama di dalam kota, kendaraan akan lebih banyak bergerak menggunakan tenaga listrik. Mesin bensin baru akan bekerja ketika dibutuhkan untuk menghasilkan tenaga tambahan atau mengisi daya baterai.
“Karena itulah biaya operasional menjadi lebih rendah, emisi lebih kecil, tetapi pengemudi tetap mendapatkan kenyamanan dan fleksibilitas seperti kendaraan konvensional,” ujarnya.
Melalui rangkaian pengujian di Semarang, BYD berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat teknologi Dual Mode yang diklaim mampu menghadirkan efisiensi bahan bakar tinggi tanpa mengorbankan performa maupun kenyamanan berkendara.
“Kami ingin masyarakat melihat sendiri bahwa teknologi ini bukan sekadar klaim. Ini adalah solusi nyata yang bisa digunakan dalam kondisi jalan dan kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia,” tutup Luther. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.