Kemenag Raih Dua Penghargaan Baznas Award 2025, Bukti Nyata Kekuatan Zakat ASN
METROJATENG.COM, JAKARTA – Unit Pengelola Zakat (UPZ) Kementerian Agama mencatat sejarah baru. Pada ajang Baznas Award 2025, UPZ Kemenag sukses memborong dua penghargaan bergengsi sekaligus: Optimalisasi Potensi Zakat dan Pengumpulan ZIS Terbaik.
Kabar gembira ini datang langsung dari Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, yang tengah berada di tanah kelahirannya, Wajo, Sulawesi Selatan, untuk menghadiri Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional 2025 di Pesantren As’adiyah. Di tempat penuh kenangan itu, ia menyampaikan rasa syukurnya.
“Ini bukti bahwa zakat yang ditunaikan ASN Kemenag punya kekuatan nyata. Penghargaan dari Baznas semoga semakin memotivasi kita semua untuk menyalurkan zakat melalui UPZ Kemenag,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Data yang disampaikan Ketua UPZ Kemenag, Ahmad Hidayatullah, menguatkan prestasi tersebut. Selama 2024, zakat yang terhimpun mencapai Rp2,22 miliar. Hingga September 2025, jumlahnya sudah menembus Rp1,5 miliar dengan dukungan rata-rata 1.600 muzaki setiap bulan—sekitar 81 persen dari total pegawai muslim di kantor pusat Kemenag.
Dana yang terkumpul tidak sekadar angka. Ia berubah menjadi bantuan nyata:
-
Tanggap darurat bencana banjir di Bali
-
Dukungan bagi pesantren yang terdampak musibah
-
Beasiswa untuk siswa kurang mampu dan anak yatim
-
Program berbagi Ramadan hingga lebaran bersama penyandang disabilitas
“Zakat ini benar-benar kembali ke masyarakat, mengalir ke mereka yang membutuhkan,” kata Ahmad.
Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini menegaskan peran zakat sebagai pilar solidaritas. Dari ruang kerja para ASN hingga ke pelosok negeri, zakat yang terkumpul membuktikan dirinya sebagai sumber kebaikan yang mampu menjangkau banyak sisi kehidupan.
Baznas Award 2025 pun menjadi cermin bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih terjaga di tubuh Kementerian Agama. Dan di balik setiap angka miliaran rupiah itu, tersimpan cerita tentang tangan-tangan yang tak pernah lelah berbagi.
Comments are closed.