Rumah Singgah Baru di Banyumas, Wujud Nyata Kepedulian pada ODGJ
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Banyumas menargetkan rumah singgah baru yang berlokasi di Kecamatan Karanglewas sudah dapat beroperasi pada akhir tahun 2025. Kehadiran rumah singgah ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Banyumas, sekaligus komitmen nyata pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan sosial yang lebih manusiawi.
Sekretaris Dinsospermasdes Banyumas, Budi Suharyanto, menjelaskan bahwa rumah singgah yang ada saat ini sudah tidak lagi memadai. Kapasitasnya terbatas, sementara jumlah penghuni terus bertambah hingga melebihi daya tampung. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah daerah untuk membangun rumah singgah baru dengan fasilitas yang lebih luas dan lengkap.
“Rumah singgah yang ada sekarang sudah over kapasitas. Dengan dibangunnya rumah singgah baru yang lebih representatif, kami berharap bisa menampung lebih banyak ODGJ dan memberikan layanan yang lebih layak,” terang Budi.
Rumah singgah baru tersebut berdiri di atas lahan seluas 3.400 meter persegi di Kecamatan Karanglewas. Pembangunan dimulai sejak 2023 menggunakan dana bantuan gubernur sebesar Rp3 miliar. Pada 2024, Pemkab Banyumas kembali mengalokasikan Rp3,7 miliar dari APBD untuk menyelesaikan pembangunan.
Hingga saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen. Gedung utama telah berdiri kokoh, tinggal melengkapi sarana dan prasarana seperti tempat tidur, meja, kursi, serta perlengkapan lain yang menunjang kenyamanan penghuni.
Fasilitas Lengkap dan Ramah Penghuni
Rumah singgah ini dirancang untuk menampung hingga 75 orang. Selain ruang tidur, tersedia pula ruang berkumpul bersama, ruang kegiatan, serta ruang isolasi khusus bagi penghuni yang kondisinya sedang tidak stabil.
“Ruang isolasi ini penting agar penanganan bisa lebih aman dan terkendali, tanpa mengganggu penghuni lain. Di sisi lain, mereka tetap mendapatkan perhatian dan layanan yang layak,” jelas Budi.
Keamanan juga menjadi perhatian utama. Setelah melalui dialog dengan warga sekitar yang sempat khawatir dengan keberadaan rumah singgah, disepakati pembangunan tembok keliling lengkap dengan kawat berduri. Solusi ini diambil agar masyarakat sekitar tetap merasa aman, sekaligus memastikan penghuni rumah singgah mendapat ruang perlindungan yang tepat.
Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, rumah singgah akan dipantau secara rutin oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Dengan demikian, penghuni tidak hanya mendapat tempat tinggal sementara, tetapi juga layanan kesehatan mental yang memadai.
Budi menegaskan, pembangunan rumah singgah ini merupakan bentuk komitmen kuat pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan sosial yang inklusif. Ia menyebut, hadirnya rumah singgah baru bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga wujud kepedulian bersama dalam memberikan hak yang sama bagi setiap warga negara, termasuk mereka yang mengalami gangguan jiwa.
“Untuk bisa membangun rumah singgah dengan fasilitas memadai, tentu dibutuhkan komitmen dari para pemangku kebijakan. Rumah singgah baru ini, merupakan wujud kepedulian dan keseriusan Banyumas dalam menangani ODGJ,” pungkasnya.
Kehadiran rumah singgah juga diharapkan menjadi momentum edukasi bagi masyarakat luas. ODGJ bukanlah aib atau ancaman, melainkan bagian dari warga yang perlu dirangkul, didukung, dan difasilitasi agar dapat kembali berdaya di tengah masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih baik, Banyumas membuka harapan baru bagi keluarga ODGJ untuk mendapatkan layanan yang lebih manusiawi, aman, dan berkelanjutan.
Comments are closed.