Permasalahan Rob Sayung Sudah Kronis, Pemkab Demak Matangkan Strategi dengan Libatkan Berbagai Pihak
METROJATENG.COM, DEMAK – Permasalahan rob yang melanda wilayah Sayung, Kabupaten Demak, kini telah memasuki tahap kronis. Pemkab Demak pun bergerak cepat dengan merancang strategi besar yang melibatkan lintas sektor untuk menanggulangi persoalan yang makin kompleks ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto ST, MT, mengungkapkan bahwa rob yang terjadi bukan hanya persoalan musiman. Kombinasi dari faktor pasang purnama, penurunan muka tanah, kerusakan sistem drainase, dan alih fungsi lahan pesisir membuat beberapa desa di utara Sayung tergenang air secara permanen selama berbulan-bulan.
“Ini bukan lagi masalah sementara. Rob Sayung sudah masuk tahap kronis. Kita butuh strategi terpadu dan melibatkan banyak pihak untuk menanganinya secara menyeluruh,” tegas Sugiharto.
Pemkab Demak menekankan pentingnya menyusun roadmap atau peta jalan penanganan rob yang realistis, berbasis data lapangan, serta mengintegrasikan program kerja antar-organisasi perangkat daerah (OPD). Strategi ini juga mencakup pemanfaatan berbagai sumber pendanaan seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), Corporate Social Responsibility (CSR), hingga bantuan dari pemerintah pusat.
Salah satu titik krusial yang disorot adalah sistem drainase kawasan industri dan permukiman padat di Sayung, mulai dari sekitar PT Politron, Jembatan Dombo Sayung, hingga Pasar Sayung. Seluruh aliran drainase tersebut bermuara ke tiga sungai utama: Sungai Babon, Sungai Sriwulan, dan Sungai Dombo Sayung, yang saat ini menjadi tulang punggung pengendalian banjir di wilayah itu.
Jika tidak segera dibenahi, kawasan strategis nasional seperti interchange tol Semarang–Demak, trase tol, hingga area industri di sepanjang Jalan Pantura terancam ikut terdampak parah oleh genangan rob.
Dalam sesi pemaparan teknis, juga diulas tentang sistem aliran air dari Sungai Dombo Sayung-Wonokerto yang melibatkan lebih dari 15 anak sungai, termasuk Sungai Gonjol, Sungai Daleman, Onggorawe, Jajar, hingga Gemboyo. Kompleksitas sistem ini menuntut pendekatan teknis yang akurat dan penanganan lintas wilayah.
Sementara itu, Camat Sayung menegaskan pentingnya penanganan rob di Jalan Pantura yang merupakan jalur logistik nasional. Ia juga menyerukan peran aktif dunia usaha dalam membantu upaya mitigasi.
“Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci. Tanpa dukungan bersama, rob akan terus menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Dengan semangat kolaboratif dan langkah konkret yang mulai disusun, Pemkab Demak berharap penanganan rob di Sayung dapat berjalan bertahap, namun berkelanjutan, mengembalikan harapan warga atas kehidupan yang lebih aman dan produktif di tengah ancaman rob yang kian mengintai.
Comments are closed.