The Market Bloom Distrik Bawa 85 Persen Brand Luar Semarang, Bidik Transaksi Miliaran
METROJATENG.COM, SEMARANG – Kota Semarang kembali menjadi sasaran pasar bagi puluhan brand dari berbagai daerah. Melalui gelaran The Market Bloom Distrik, sekitar 85 persen vendor yang hadir berasal dari luar Kota Semarang, mulai dari Jakarta, Surabaya hingga Bandung.
Event yang digelar selama tiga hari, Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026), tersebut tidak sekadar menjadi ajang bazar. Penyelenggara juga menjadikannya sebagai upaya mempertemukan brand yang selama ini berjualan secara online dengan konsumen secara langsung.
Penyelenggara The Market Bloom Distrik, Cristian Kurniawan, mengatakan banyak brand dari luar Semarang memiliki pasar potensial di kota ini. Namun, sebagian besar masih mengandalkan penjualan melalui platform digital.
“Vendor-vendor yang kita pakai sekitar 85 persen memang dari luar Semarang. Harapannya, mereka juga bisa punya store di Semarang,” ujar Cristian.
Menurut dia, kehadiran secara offline memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen. Masyarakat yang sebelumnya hanya melihat dan membeli produk melalui internet kini dapat bertemu langsung dengan brand maupun produk yang ditawarkan.
“Beberapa tamu yang datang dan membeli bilang selama ini mereka beli secara online. Sekarang kita hadirkan yang offline-nya,” katanya.
Potensi Transaksi Miliaran
Dengan banyaknya vendor dan produk yang ditawarkan, penyelenggara optimistis nilai transaksi selama tiga hari penyelenggaraan dapat menyentuh angka miliaran rupiah.
Segmen perempuan, keluarga dan anak muda menjadi salah satu pasar yang dibidik. Cristian menilai kelompok tersebut memiliki daya beli dan menjadi konsumen potensial bagi berbagai produk yang dibawa dalam event.
“Targetnya memang ibu-ibu maupun anak-anak karena mereka punya daya beli. Kita menghadirkan vendor yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkapnya.
Untuk mendorong transaksi, penyelenggara juga menggandeng Bank Mandiri. Pemegang kartu Mandiri dapat memperoleh sejumlah program khusus selama event, termasuk pemanfaatan poin dan potongan harga pada transaksi tertentu.
Selain itu, sejumlah vendor memberikan harga khusus selama pameran. Strategi tersebut diharapkan mampu mendorong pengunjung melakukan pembelian sekaligus memberikan kesempatan bagi brand untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada calon konsumen.
Usung Konsep Dunia Fantasi
Tidak hanya mengandalkan tenant, The Market Bloom Distrik juga mencoba menghadirkan pengalaman berbeda melalui konsep visual bertema dunia fantasi.
Elemen bunga menjadi bagian utama dekorasi. Bunga-bunga dibuat dalam ukuran besar dan ditempatkan di sejumlah area untuk menciptakan suasana yang berbeda dari event bazar pada umumnya.
“Kita pakai tema lebih ke arah sesuatu yang ada di dunia fantasi. Ada bunga di jalanan, tetapi kita bentuk menjadi bunga yang lain dan dibuat besar-besar,” jelas Cristian.
Konsep tersebut, lanjut dia, dirancang agar pengunjung seolah memasuki ruang yang berbeda begitu datang ke lokasi.
“Jadi ketika orang masuk, mereka tidak langsung melihat konsep yang biasa seperti di jalanan, tetapi seperti masuk ke dunia yang lain,” imbuhnya.
Bukan Event Perdana
The Market Bloom Distrik sendiri bukan kegiatan baru bagi penyelenggara. Event serupa telah digelar sekitar 15 hingga 16 kali dan biasanya berlangsung dua kali dalam setahun.
Pengalaman dari penyelenggaraan sebelumnya menunjukkan bahwa brand dari luar daerah justru memiliki daya tarik besar bagi konsumen Semarang.
“Kalau kita hanya mengandalkan brand lokal Semarang, mungkin dari sisi pembelian masih kurang. Tapi begitu yang dihadirkan dari Jakarta, Surabaya, Bandung, ternyata mereka cukup mengejar,” kata Cristian.
Fenomena tersebut menjadi salah satu alasan penyelenggara terus menghadirkan brand dari berbagai kota.
Menurut Cristian, Semarang memiliki potensi pasar yang cukup besar. Event seperti ini sekaligus menjadi pintu masuk bagi brand luar daerah untuk mengenali karakter konsumen lokal sebelum memutuskan membuka toko secara permanen.
“Kita berharap mereka tidak hanya datang untuk event, tetapi juga melihat Semarang sebagai pasar. Harapannya nanti mereka bisa membuka store di Semarang,” pungkasnya. (*)
Comments are closed.