Mudik Lebaran 2026, Jateng Jadi Magnet Pemudik
METROJATENG.COM, SEMARANG — Jawa Tengah kembali diprediksi menjadi magnet bagi para pemudik pada Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan berbagai layanan, mulai dari posko Idulfitri hingga inspeksi ketat kendaraan umum, untuk memastikan arus mudik aman dan lancar. Tahun ini, diperkirakan 38,71 juta orang akan menuju Jawa Tengah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil survei nasional dari Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan. Dari sisi internal, Dishub memprediksi sekitar 17,7 juta orang akan memasuki wilayah Jawa Tengah.
“Jawa Tengah menjadi tujuan utama lebih dari 40 persen pemudik secara nasional. Jumlahnya cukup besar, sehingga kami menyiapkan langkah-langkah antisipasi dan pengawasan intensif,” jelas Arief saat sesi Jateng Bicara di Studio Jateng, Banyumanik, Kamis (20/2/2026)
Posko mudik akan beroperasi lebih lama tahun ini, dari H-8 (13 Maret) hingga H+7 (30 Maret 2026), untuk menghadapi puncak arus mudik yang diprediksi pada 14–17 Maret 2026. Posko akan memantau titik-titik rawan menggunakan CCTV, mulai dari pasar hingga jalur utama seperti Simpang Ketanggungan, Simpang Lingkar Bumiayu, Simpang Wangon, Simpang Buntu, Simpang Bawen, Exit Tol Prambanan, kawasan wisata Bandungan, Simpang Dieng, hingga Bayeman–Purbalingga.
Selain memantau kepadatan lalu lintas, pemantauan cuaca juga menjadi prioritas. Perangkat pengindera jarak jauh akan memonitor curah hujan yang masih tinggi di beberapa wilayah. Informasi CCTV daring juga dapat diakses pemudik untuk mengetahui kondisi jalan dan kesiapan infrastruktur.
Jalan dan Kendaraan Diperiksa Ketat
Dishub bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk memastikan kondisi jalan provinsi tetap aman. Perbaikan dilakukan menyusul penurunan kualitas aspal akibat hujan.
Sementara itu, inspeksi kendaraan atau ramp check akan dilakukan secara ketat. Semua kendaraan yang tidak laik jalan, baik bus umum, armada mudik gratis Pemprov, maupun kendaraan di terminal tipe A dan B, tidak akan diizinkan beroperasi. Pengawasan juga diperluas hingga titik rawan dan destinasi wisata.
“Ramp check dilakukan sehari sebelum keberangkatan. Jika kendaraan tidak memenuhi syarat, pasti tidak diberangkatkan,” tegas Arief.
Tren Moda Transportasi
Menurut survei BKT Kemenhub, provinsi dengan pergerakan pemudik terbesar adalah Jawa Barat (30,97 juta orang), DKI Jakarta (19,93 juta), dan Jawa Timur (17,12 juta). Dari sisi tujuan, arus pemudik terbanyak mengarah ke Jawa Tengah (38,71 juta orang), diikuti Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta).
Moda transportasi favorit pemudik adalah mobil pribadi (76,24 juta), sepeda motor (24,08 juta), dan bus (23,34 juta). Mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol (50,63 juta orang), sementara pengendara sepeda motor lebih banyak melalui jalur alternatif non-utama (8,65 juta orang).
Arief menekankan pentingnya keselamatan bagi semua pemudik. “Jika menggunakan kendaraan umum, pastikan laik jalan. Bagi kendaraan pribadi, perhatikan kondisi fisik, kesehatan, dan kendaraan. Taatilah peraturan lalu lintas,” pungkasnya.(*)
Comments are closed.