Panen Cabai dan Bawang Melimpah Jelang Nataru, Harga Mulai Terkoreksi di Pasar
METROJATENG.COM,JAKARTA – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, sejumlah sentra hortikultura nasional menunjukkan tren panen yang menguat. Produksi cabai dan bawang merah yang meningkat di berbagai daerah membuat pasokan dua komoditas strategis tersebut kembali longgar, sehingga harga mulai turun di tingkat petani maupun pedagang. Kondisi ini sekaligus meredakan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi lonjakan harga pangan pada momentum libur panjang akhir tahun.
Di sektor cabai, wilayah-wilayah utama mencatatkan panen yang cukup luas. Cianjur, Jawa Barat, memanen sekitar 500 hektare, disusul beberapa kabupaten di Jawa Tengah seperti Temanggung (150 hektare), Banjarnegara (200 hektare), dan Magelang yang mencapai 700 hektare. Panen juga berlangsung di luar Jawa, seperti di Solok, Sumatera Barat, dengan total sekitar 350 hektare, serta Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan 170 hektare.
Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmodjo, memastikan pasokan dari berbagai sentra berada dalam kondisi aman. Ia menyebut seluruh jenis cabai, dari rawit merah hingga cabai besar, menunjukkan produksi yang stabil.
“Area yang masuk fase panen cukup banyak, sehingga suplai cabai aman jelang Nataru,” ujarnya.
Meski demikian, Tunov mengakui bahwa faktor cuaca menjadi tantangan utama di lapangan. Hujan deras sempat menghambat proses panen dan distribusi di beberapa titik. Namun, ia menegaskan para petani champion telah mengamankan posisi dan siap menopang kebutuhan pasar.
“Distribusi sempat terhambat, tapi stok cabai aman. Jaringan champion kami bergerak memastikan pasokan tetap mengalir,” tegasnya.
Untuk komoditas bawang merah, panen besar juga berlangsung di sejumlah daerah sentra. Nganjuk memanen sekitar 1.500 hektare, Brebes 3.000 hektare, sementara Solok dan Enrekang masing-masing sekitar 1.000 hektare. Panen yang masif ini mengerek suplai sehingga harga kembali terkoreksi.
Kestabilan Pasokan
Melihat perkembangan lapangan, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menyiapkan langkah cepat untuk menjaga kestabilan pasokan hingga libur Nataru. Dirjen Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan pihaknya melakukan koordinasi harian dengan para petani champion untuk memastikan produksi dan distribusi tetap terkontrol.
“Kami terus memantau laporan dari daerah dan memberikan pendampingan intensif. Para champion sudah menyampaikan komitmen menjaga suplai nasional,” jelas Taufiq.
Ia menambahkan bahwa meskipun cuaca masih perlu diwaspadai, pemerintah optimistis kebutuhan cabai dan bawang merah untuk periode Natal dan Tahun Baru akan terpenuhi.
“Produksi aman dan tren panen sangat positif. Dengan kondisi ini, gejolak harga dapat ditekan,” ujarnya.
Kementan juga terus memonitor arus logistik, terutama di kawasan yang terdampak curah hujan tinggi, agar distribusi ke pasar tetap lancar.
Comments are closed.