Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Aglomerasi Banyumas Raya Didorong Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Jawa Tengah

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Pemerataan pembangunan di Jawa Tengah diprediksi memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi tengah menyiapkan pembentukan Aglomerasi Banyumas Raya, yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, sebagai poros ekonomi baru di selatan Jawa Tengah. Langkah ini dinilai sebagai strategi penting untuk menyeimbangkan arus pembangunan yang selama ini lebih terfokus di kawasan utara, terutama Semarang Raya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho menyebut, inisiatif tersebut merupakan momentum krusial bagi penguatan ekonomi wilayah barat–selatan provinsi. Menurutnya, Banyumas Raya memiliki sumber daya manusia dan potensi ekonomi yang layak menjadi penopang baru pertumbuhan Jawa Tengah.

“Sudah saatnya pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di utara. Banyumas Raya punya modal besar, dari potensi pertanian, industri kecil, hingga pariwisata alam. Aglomerasi ini bisa menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di sela kunjungan kerja di Purwokerto.

Namun, Setya Ari menyoroti bahwa hingga akhir 2025, belum tampak geliat pembangunan fisik yang signifikan di wilayah tersebut. Ia menilai pemerintah provinsi perlu mempercepat realisasi agar gagasan aglomerasi tidak sekadar berhenti sebagai wacana.

“Rencana ini sudah hampir setahun berjalan, tetapi belum ada langkah konkret di lapangan. Pemerintah harus memastikan program ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar rencana aglomerasi diintegrasikan dengan kebijakan strategis daerah, terutama dalam pembangunan transportasi terpadu, infrastruktur digital, serta pengembangan kawasan industri berkelanjutan.

“Keberhasilan aglomerasi bergantung pada kolaborasi lintas kabupaten. Setiap daerah harus punya peran saling melengkapi, ada yang fokus industri, ada yang memperkuat sektor pendidikan, ada pula yang menggarap potensi wisata,” tambahnya.

Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho saat menggelar kegiatan di Banyumas. (Foto : Hermiana E. Effendi).

 

Simpul Ekonomi Baru

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kawasan Banyumas Raya dihuni lebih dari 5,7 juta jiwa dan berkontribusi sekitar 14 persen terhadap PDRB Jawa Tengah. Sektor unggulan kawasan ini meliputi pertanian, industri kecil-menengah, dan pariwisata alam, seperti wisata pegunungan Dieng dan Baturraden.

Pemerintah Provinsi menargetkan Banyumas Raya menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru yang sejajar dengan Semarang Raya dan Soloraya. DPRD Jawa Tengah pun berkomitmen mengawal agar kebijakan aglomerasi berpihak pada masyarakat lokal, bukan semata berorientasi pada investasi besar.

“Kita ingin pembangunan yang berkeadilan. Aglomerasi Banyumas Raya harus menjadi milik rakyat, bukan hanya milik investor,” tutup Setya Ari.

Comments are closed.