Polri, DPR, dan BGN Kompak Selidiki Dugaan Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
METROJATENG.COM, JAKARTA – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik. Program yang digagas pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat ini justru menimbulkan kekhawatiran setelah sejumlah peserta diduga mengalami gejala keracunan di beberapa daerah.
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memastikan pihaknya ikut turun tangan mengawal penanganan kasus tersebut. Meski penyelidikan utama ditangani oleh Polda di masing-masing wilayah, Bareskrim memberi asistensi agar proses penyelidikan lebih terarah.
“Kami melakukan asistensi supaya penanganan lebih komprehensif dan bisa ditemukan fakta yang akurat untuk menjamin keamanan pangan,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf.
Ia menambahkan, fokus penyelidikan meliputi seluruh rantai pasok, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan. Hasil akhir dari pendalaman itu, lanjutnya, akan menjadi rekomendasi resmi bagi pemerintah, terutama penyelenggara program MBG.
Dukungan juga datang dari parlemen. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai keterlibatan aparat penegak hukum sangat penting untuk memastikan kasus ini tidak berlarut-larut.
“Kita ingin investigasi di lapangan dilakukan secara menyeluruh, agar bisa dibedakan mana kasus yang murni keracunan, mana akibat kelalaian, bahkan jika ada indikasi unsur kesengajaan,” kata Dasco.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) tidak tinggal diam. Kepala BGN Dadan Hindayana mengumumkan pembentukan tim khusus yang akan memberi second opinion terkait dugaan keracunan tersebut. Menurutnya, langkah ini bertujuan menenangkan keresahan publik sekaligus mencegah penyebaran isu yang tidak berdasar.
“Kami ingin masyarakat mendapat penjelasan yang kredibel tanpa mengganggu kewenangan BPOM. Dengan begitu, arah penanganan di lapangan menjadi lebih jelas,” tegasnya.
Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu menghadirkan solusi cepat dan tepat. Publik menunggu hasil investigasi yang tidak hanya menjawab penyebab dugaan keracunan, tetapi juga memberi jaminan bahwa program MBG tetap aman dijalankan sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesehatan masyarakat.
Comments are closed.