Penjualan Mobil Lesu, Daihatsu Optimis Pameran GIIAS 2025 Mampu Dongkrak Pasar
Hadirkan Berbagai Promo Menarik
METROJATENG.COM, SEMARANG – Industri otomotif nasional hingga Agustus 2025 masih belum pulih sepenuhnya. Data menunjukkan penjualan mobil turun 12 persen dibanding periode sama tahun lalu.
“Di Jawa Tengah, pasar penjualan bahkan lebih dalam terkoreksi hingga mencapai 36 persen, sementara di Kota Semarang tercatat penurunan 37 persen,” jelas Regional Head of Central Java PT Astra International Tbk, Budhy Lau, pada acara Daihatsu Media Gathering – GIIAS 2025 di Semarang, Selasa (23/9).
Menurutnya, meski pasar melemah, Daihatsu justru berhasil memperbaiki posisi dengan market share di Jawa Tengah naik menjadi 14,3 persen atau peringkat kedua nasional.
“Pasar memang sedang turun, tetapi Daihatsu di Jawa Tengah justru bergerak positif. Ini menjadi modal penting bagi kami untuk menjaga tren hingga akhir tahun,” ungkap Budhy.
Daihatsu masih mengandalkan Gran Max dan Sigra sebagai kontributor utama penjualan di Jawa Tengah. Gran Max menyumbang sekitar 12 persen, sedangkan Sigra 8 persen. Secara keseluruhan, pasar didominasi kendaraan penumpang (64 persen), dan di Semarang porsinya lebih tinggi, 72 persen.
Budhy menilai penurunan daya beli, dikarenanakan adanya pencabutan insentif BBNKB di Jawa Tengah sejak April 2025, serta tekanan ekonomi global menjadi faktor utama merosotnya pasar.
Meski demikian, ia optimistis tren perbaikan akan terlihat pada kuartal akhir 2025, seiring program promosi besar yang digelar di ajang GIIAS Semarang 2025 pada 24–28 September di Muladi Dome Universitas Diponegoro.
Tri Mulyono, Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Tbk. menambahkan bahwa kondisi nilai tukar serta kebijakan insentif daerah akan menjadi faktor penting dalam pemulihan pasar, mengingat daya beli masyarakat sangat sensitif terhadap perubahan ekonomi. (*)
Comments are closed.