Banyumas Genjot Produksi Gula Kristal Lewat Budidaya Kelapa Genjah Merah Bali
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat posisi sebagai sentra penghasil gula kristal berkualitas. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah mengembangkan budidaya Kelapa Genjah Merah Bali, varietas unggulan yang dikenal mampu menghasilkan nira melimpah.
Saat ini, sebanyak 10.000 butir Kelapa Genjah Merah Bali telah tiba di Balai Benih Wangon. Kelapa tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian, menyusul permintaan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, yang sebelumnya mengajukan bantuan hingga 50.000 bibit.
“Kita sedang berupaya untuk menggenjot produksi gula kristal, untuk memenuhi permintaan pasar ekspor, karena itu saya mengajukan bantuan Kelapa Genjah Merah Bali. Sebab, jenis kelapa ini yang dapat menghasilkan nira dalam jumlah besar,” terangnya.
Menurut Sadewo, pasar ekspor gula kristal masih terbuka lebar dan Banyumas ingin mengambil peran lebih besar lagi.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Banyumas, Arif Sukmono ST. MM, menambahkan bahwa peluang ekspor gula kristal masih sangat menjanjikan. Karena itu, penambahan pohon kelapa varietas unggul menjadi langkah yang tepat.
“Kelapa Genjah Merah Bali bisa memproduksi nira hingga 3–4 liter per hari. Bantuan tahap pertama ini sebanyak 10.000 bibit, dan Bupati sangat mendukung agar program ini terus diperluas,” ujarnya.
Arif menjelaskan, bibit kelapa ini membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk siap tanam. Ditargetkan pada awal 2026, bibit sudah bisa dibagikan kepada para petani, khususnya di sentra gula kristal seperti Kecamatan Pekuncen, Cilongok, dan Somagede.

Regenerasi Pohon Kelapa, Kurangi Risiko Penderes
Selain memperkuat ekspor, program ini juga menjawab tantangan di lapangan. Banyak pohon kelapa di Banyumas yang sudah terlalu tinggi, sehingga menyulitkan penderes dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.
“Dengan regenerasi melalui Kelapa Genjah Merah Bali, produktivitas gula kristal bisa meningkat, kesejahteraan petani ikut terangkat, dan risiko kecelakaan kerja pun berkurang,” terang Arif.
Langkah Banyumas ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah untuk tidak hanya meningkatkan daya saing komoditas lokal di pasar global, tetapi juga memberdayakan petani agar lebih sejahtera.
Bupati Sadewo sendiri menegaskan bahwa setiap program yang digulirkan selalu berpihak pada petani. “Mereka adalah ujung tombak produksi. Kalau petani sejahtera, ekonomi Banyumas akan ikut tumbuh. Karena itu, saya ingin memastikan mereka mendapat dukungan penuh, baik dari bibit unggul, pelatihan, maupun akses pasar,” ungkapnya.
Dengan kepedulian dan dorongan langsung dari Bupati, Banyumas optimistis mampu menjadi salah satu pemain utama dalam industri gula kristal Indonesia sekaligus menjadikan petani sebagai penerima manfaat utama dari program ini.
Comments are closed.