Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Setya Arinugroho Dorong Inovasi Digital untuk Hidupkan Kembali Minat Pemuda pada Budaya

METROJATENG.COM, SEMARANG –Budaya Jawa yang kaya nilai luhur tak boleh hanya berhenti sebagai kenangan di panggung-panggung seremonial. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, yang menilai pelestarian budaya saat ini harus bergerak lebih dinamis dengan sentuhan inovasi.

Menurutnya, cara-cara konservatif dalam melestarikan budaya semakin sulit menjangkau generasi muda yang tumbuh dalam era digital. “Kalau kita hanya mempertahankan budaya dengan cara konvensional, bagaimana generasi digital dapat menangkap nilai-nilai luhur tersebut?” ujar Setya.

Ia menekankan pentingnya strategi baru yang mampu membawa budaya ke ruang-ruang yang dekat dengan pemuda, seperti media sosial, platform hiburan digital, hingga panggung kreatif berbasis teknologi. “Digitalisasi kebudayaan, kolaborasi seni tradisional dengan teknologi baru, bahkan menghadirkan wayang dengan projection mapping atau augmented reality bisa jadi cara segar untuk menghidupkan minat generasi muda,” imbuhnya.

Setya mencontohkan bagaimana gamelan, tari tradisional, hingga kuliner Jawa bisa dikemas ulang dalam tren media sosial agar tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya.

Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho. (Foto : Dok. Tim Setya Ari).

 

Transformasi Digital

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap progresifnya dalam berbagai isu lain, termasuk transformasi digital yang ia dorong sejak pertengahan 2025. Baginya, budaya dan digital bukan dua kutub yang bertentangan, melainkan ruang kolaborasi yang dapat saling menghidupkan.

“Kalau pemuda bisa menemukan kebudayaan dalam bahasa dan platform yang mereka akrabi, maka warisan leluhur tidak akan pudar, justru makin relevan,” kata Setya.

Ia pun mengajak pemerintah daerah, budayawan, akademisi, dan komunitas kreatif untuk bersama-sama menyalakan obor budaya lewat inovasi. “Kalau kita semua bergerak, budaya tidak akan pernah kehilangan nafas, karena selalu dihidupkan oleh generasi yang tumbuh bersama zaman,” tandasnya.

Comments are closed.