Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Viral Diet Telur Rebus: Benarkah Bisa Turunkan Berat Badan dengan Cepat?

METROJATENG.COM, SEMARANG – Belakangan ini, diet telur rebus kembali ramai diperbincangkan sebagai cara instan untuk menurunkan berat badan. Metode ini mengandalkan telur rebus sebagai sumber utama protein, ditambah asupan sayuran serta buah rendah karbohidrat. Katanya, hasil bisa terlihat hanya dalam hitungan minggu.

Telur dikenal sebagai bahan makanan serbaguna. Bisa digoreng, dikukus, hingga dijadikan campuran berbagai hidangan. Namun, untuk kebutuhan diet, versi rebus dianggap paling sehat. Alasannya sederhana: lebih rendah kalori, tinggi protein, bebas minyak, dan minim risiko bakteri. Tak heran, telur rebus sering jadi andalan menu diet harian.

Konsep diet ini cukup ketat. Setiap waktu makan, Anda wajib memasukkan telur rebus, ditambah sayuran hijau atau buah rendah gula. Sementara itu, makanan berkarbohidrat tinggi seperti nasi, roti, pasta, kentang, atau buah manis seperti pisang dan mangga harus disingkirkan dari piring. Makanan olahan dan camilan ringan pun dilarang keras.

Apa saja yang boleh dimakan? Selain telur rebus, ada pilihan protein tanpa lemak seperti dada ayam, ikan, atau daging sapi tanpa lemak. Sayuran rendah karbohidrat—misalnya bayam, brokoli, paprika—juga dianjurkan. Buah segar seperti jeruk, semangka, dan stroberi bisa jadi selingan sehat.

Manfaat dan Risiko
Banyak orang yang menjalani diet telur rebus mengaku berat badannya turun drastis. Kalori yang masuk lebih terkontrol, tubuh pun mulai membakar cadangan lemak. Tak hanya itu, pola makan rendah karbohidrat dan lemak ini juga dikaitkan dengan menurunnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung.

Meski begitu, diet ini bukan tanpa risiko. Pola makan yang terlalu ketat bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi. Minimnya asupan karbohidrat juga dapat memicu hipoglikemia, yaitu kondisi ketika kadar gula darah turun drastis. Gejalanya antara lain lemas, sakit kepala, keringat dingin, bahkan bisa pingsan.

Diet ini mungkin efektif untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Namun, pakar gizi mengingatkan, metode ini sebaiknya tidak dijalankan terlalu lama. Alih-alih hanya fokus pada telur rebus, pola makan seimbang yang tetap memasukkan sumber karbohidrat sehat lebih disarankan agar tubuh tetap bugar.

Comments are closed.