Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Usai Tragedi Ojek Online, Tokoh Ormas Islam Ajak Bangsa Menahan Diri

METROJATENG.COM, BOGOR – Di tengah riuhnya kegelisahan publik pasca tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal tragis saat demonstrasi di Jakarta, sebuah pertemuan penting digelar di Hambalang. Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama pimpinan 15 ormas Islam. Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu menjadi ruang hening di tengah hiruk-pikuk situasi nasional.

Dengan suara tenang namun penuh penekanan, Gus Yahya menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: bangsa ini butuh ketenangan, bukan provokasi.

“Alhamdulillah, sore ini kami berdialog dari hati ke hati dengan Bapak Presiden. Kami memahami betul persoalan bangsa yang sedang kita hadapi. Karena itu, kami bersepakat mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi, agar bangsa ini bisa menghadapi tantangan dengan kepala dingin,” ujarnya.

Bukan sekadar pesan damai, Gus Yahya juga menegaskan kesediaan ormas-ormas Islam untuk menjadi mitra negara dalam mencari solusi. “Insya Allah, bersama Presiden dan pimpinan umat, kita bisa mengatasi segala tantangan dengan cara damai dan bermartabat,” tambahnya.

Hadir pula tokoh-tokoh penting seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang menekankan bahwa demokrasi tidak boleh dijalankan dengan kekerasan. “Aspirasi rakyat adalah hak, tetapi penyampaiannya harus tetap dalam koridor tanggung jawab dan keadaban. Jika tidak, persatuan bangsa bisa runtuh,” tegasnya.

Kehadiran perwakilan MUI, Persis, Hidayatullah, Al Irsyad, hingga Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menunjukkan bahwa suara kebersamaan lintas ormas semakin menguat. Mereka sepakat, di atas segala perbedaan, Indonesia membutuhkan ketenangan dan kesabaran semua pihak , baik masyarakat sipil maupun aparat.

Pertemuan di Hambalang itu bukan akhir, melainkan awal dari dialog panjang. Agenda lanjutan direncanakan berlangsung di Istana Negara, sebagai peneguhan tekad bersama menjaga keutuhan dan masa depan Indonesia.

Di tengah luka yang dirasakan bangsa, pertemuan ini memberi pesan jelas: jalan keluar tidak lahir dari amarah, melainkan dari ketenangan, kesabaran, dan kebersamaan.

Comments are closed.