Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

44% Terserap untuk Program Makan Bergizi Gratis, DPR Pertanyakan Anggaran Pendidikan 2026

METROJATENG.COM, JAKARTA – Alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN kembali menjadi sorotan di Gedung Nusantara II, Senayan. Bukan soal jumlahnya yang meningkat, melainkan penggunaannya yang sebagian besar dialihkan untuk pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggota Komisi X DPR RI, Furtasan Ali Yusuf, mengungkapkan kegelisahannya. Ia menemukan sekitar 44 persen dari dana pendidikan justru terserap untuk program tersebut.

“Secara umum kami mengapresiasi komitmen pemerintah yang tetap konsisten menjaga mandatory spending pendidikan sesuai amanat konstitusi. Namun perlu dikaji lagi, apakah MBG memang bisa dikategorikan sebagai anggaran pendidikan?” ujarnya dalam sidang paripurna, Selasa (19/8/2025).

Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini menegaskan, bahwa tujuan program memang menyasar anak sekolah. Namun ia mengingatkan perlunya kejelasan agar tidak terjadi tumpang tindih penggunaan anggaran.

“Kalau memang langsung ke peserta didik, tentu masih bisa dianggap bagian dari pendidikan. Tapi kalau tidak, maka pengalokasiannya harus ditinjau ulang,” katanya.

Selain menyoroti MBG, Furtasan juga menyinggung arah anggaran pendidikan tahun 2026. Ia menyebut sejumlah program prioritas sudah dipetakan, mulai dari tunjangan guru dan dosen, revitalisasi pendidikan, hingga beasiswa untuk jutaan penerima. Program Indonesia Pintar (PIP) ditargetkan menyentuh 20 juta siswa, sementara Kartu Indonesia Pintar (KIP) mencakup 1,2 juta mahasiswa.

Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut anggaran pendidikan tahun ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, Furtasan menekankan hal lain yang lebih krusial.

“Bukan sekadar besarannya, tapi sejauh mana dana tersebut benar-benar tepat guna. Itu yang harus dijaga,” tegasnya.

Comments are closed.