Kementan Perketat Pengawalan Irigasi Pompa 2025: Tak Mau Rekomendasi Mengendap di Atas Kertas
METROJATENG.COM, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) tak mau setengah hati dalam mengawal program Irigasi Pompa (Irpom) Tahun 2025. Melalui Inspektorat Jenderal (Itjen), kementerian ini bergerak cepat memastikan setiap rupiah bantuan pemerintah (Banpem) untuk petani benar-benar memberi hasil, bukan sekadar laporan di meja.
Plt Inspektur Jenderal Kementan, Tin Latifah, menegaskan salah satu penghambat terbesar keberhasilan Irpom adalah lambatnya tindak lanjut atas rekomendasi Itjen.
“Rekomendasi sudah kami berikan, tapi kalau hanya berhenti di dokumen, masalah tidak akan selesai. Kita ingin semua bergerak cepat,” ujarnya.
Tin mengingatkan, peran Itjen sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) bukan hanya memeriksa dan mengaudit, tetapi juga membina dan memberi peringatan dini agar program Kementan tepat sasaran.
“Banyak masalah yang sudah kami temukan solusinya, tapi tersendat karena tidak segera dijalankan. Workshop ini untuk memastikan semua pihak bersinergi,” tambahnya.
Inspektur I Itjen, Andry Asmara, menambahkan pihaknya kini menerapkan sistem monitoring berkala untuk memantau langsung apakah rekomendasi dijalankan.
“Kalau ada hambatan, kita cari solusinya. Jangan sampai dibiarkan,” katanya.
Meski masih ada catatan, terutama pada tata kelola laporan pertanggungjawaban keuangan kelompok tani penerima bantuan, Andry menilai perencanaan dan pelaksanaan Irpom 2025 sejauh ini cukup baik.
Program Irpom sendiri merupakan salah satu ujung tombak percepatan perluasan areal tanam (PAT) yang diinstruksikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Teknologi pompanisasi ini terbukti menjadi senjata ampuh mengatasi kekeringan dan mendongkrak panen di berbagai daerah. Dengan pengawalan ketat Itjen, Kementan berharap Irpom 2025 tidak hanya jadi proyek tahunan, tetapi benar-benar menjadi penopang ketahanan pangan nasional.
Comments are closed.