Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Evaluasi Sekolah Rakyat, Gus Ipul Tekankan Disiplin, Kemandirian dan Bangga pada Orang Tua

METROJATENG.COM, JAKARTA -Setelah lebih dari satu minggu berjalan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat. Evaluasi dilakukan menyeluruh terhadap pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang telah dimulai sejak 14 Juli lalu di 63 titik Sekolah Rakyat rintisan.

Gus Ipul menegaskan bahwa momen MPLS bukan sekadar rutinitas awal tahun ajaran, tetapi fondasi penting membentuk karakter dan semangat belajar siswa.

“Yang kita lakukan selama seminggu terakhir adalah pijakan besar untuk langkah-langkah berikutnya. Di akhir Juli, kita targetkan ada tambahan 37 titik baru,” kata Gus Ipul.

Dalam evaluasinya, Gus Ipul menyoroti tiga aspek utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), kondisi siswa, serta sarana dan prasarana. Ia menekankan bahwa penguatan SDM, termasuk kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidikharus dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran.

Namun, sorotan utama Gus Ipul malam itu adalah nilai-nilai yang harus ditanamkan sejak dini kepada siswa. Ia menitipkan empat prinsip yang wajib diperkuat selama MPLS, yaitu kedisiplinan, kemandirian, kepercayaan diri, dan rasa bangga terhadap orang tua.

“Latih anak-anak kita untuk bangun pagi, ikut upacara, makan teratur. Itu kedisiplinan. Lalu ajari mereka cuci pakaian sendiri, bersih-bersih kamar. Itu kemandirian,” tegasnya.

Gus Ipul juga menekankan pentingnya kepercayaan diri, terutama dalam melatih siswa berbicara di depan umum. Tak kalah penting, siswa diajak untuk belajar menghargai dan bangga terhadap orang tua mereka, nilai yang menurutnya kerap dilupakan di tengah gempuran zaman.

Sementara itu, khusus kepada 37 Kepala Sekolah Rakyat rintisan tahap 1b, Mensos berpesan untuk belajar dari praktik dan kekurangan yang terjadi di 63 titik tahap awal. Ia mendorong persiapan matang sebelum proses belajar dimulai.

“Bisa dimulai dengan rapat online dulu bersama para guru. Rancang agenda pembelajaran berpedoman pada kurikulum yang sudah ada. Jadi, begitu mulai belajar, kita sudah siap,” pungkasnya.

Comments are closed.