Percepatan Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran Masih Menjadi Fokus Banyumas di Tahun 2025
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Meskipun target pengentasan kemiskinan ekstrem pada 60 desa di Kabupaten Banyumas sudah tercapai, namun Tahun 2025, percepatan penurunan kemiskinan dan pengangguran masih menjadi fokus Banyumas.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Banyumas, Dedy Noerhasan S.T. M.Si mengatakan, target 60 desa merupakan target sesuai dengan SK dan sudah tercapai. Namun, angka kemiskinan pasti masih ada di Banyumas, sehingga untuk tahun depan masih fokus pada pengentasan kemiskinan dan pengangguran.
“Masih menjadi PR kita, dan tahun depan tetap kejar percepatan penurunan kemiskinan dan pengangguran”, terangnya.
Lebih lanjut Dedy memaparkan, angka kemiskinan Banyumas sekarang 11,95% dan tahun depan ditargetkan menurun menjadi 11%. Untuk memenuhi target penurunan kemiskinan 0,59% dibutuhkan kerja keras dan komitmen bersama, termasuk komitmen dalam hal anggaran.
“Selama ini penurunan angka kemiskinan Banyumas selalu di atas propinsi dan target penurunan 0,59% termasuk tinggi, karena kita harus berhitung dengan kemampuan anggaran, tentunya banyak juga hal lain yang harus dicover APBD”, jelas Dedy.

APBD 2025
APBD Banyumas Tahun 2025, lanjut Dedy, harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan ketahanan pangan.
“Tahun depan tidak ada proyek mercusuar yang harus ditanggung APBD dan juga tidak ada pilkada ulang, sehingga APBD Banyumas Tahun 2025 bisa fokus untuk penanganan tiga hal tersebut. Disamping juga untuk pembangunan infrastruktur dan anggaran rutin lainnya”, tuturnya.
Sebagaimana diketahui, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas, penduduk usia produktif yang belum mendapat pekerjaan terbanyak adalah lulusan SMA. Dan tren tingkat penganguran terbuka terus mengalami peningkatan sejak Tahun 2019 sampai dengan tahun ini.
Dari data Bapperdalitbang, pengangguran di Banyumas tersebar dan sebagian besar berada di wilayah Banyumas barat dan selatan. Khusus untuk wilayah perkotaan, tingkat penganguran relative rendah, kecuali Kecamatan Purwokerto Selatan. Bappedalitbang Banyumas mencatat, penduduk yang menganggur pada Tahun 2024 ini mencapai 53.362 orang. Namun, untuk angka pengangguran pada usia sekolah, sebanyak 5% telah terserap melalui program ‘Balik Sekolah Maning’, dimana mereka telah kembali ke bangku sekolah.
“Angka penangguran didominasi usia produktif 18-34 Tahun dan sebagian besar adalah laki-laki, ini menjadi PR kita di tahun depan”, pungkas Dedy. (ADV)
Comments are closed.