Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Senyum Lebar Petani Desa Kalialang, Electrifying Agriculture PLN Ubah Lahan Tandus Bisa Panen Dua Kali

METROJATENG.COM, PURBALINGGA – Atpono tersenyum lebar melihat hamparan tanaman padi miliknya yang sebentar lagi panen. Bukan tanpa sebab, kali ini senyumnya tampak lebih lebar, mengingat panen yang tengah dinantinya merupakan panen kedua kali di tahun ini. Biasanya, ia dan para petani lain di Desa Kalialang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, hanya bisa menikmati panen sekali dalam satu tahun.

“Ini panen kedua, biasanya saya hanya panen sekali saja. Tetapi sejak ada irigasi pompa dari PLN, saya dan teman-teman bisa panen dua kali, bahkan kemungkinan bisa tiga kali”, tutur Ketua Kelompok Tani Mekar Sari ini, sambil menyunggingkan kembali senyumnya.

Keberadaan irigasi perpompaan yang baru selesai dibangun PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto pada awal bulan Agustus 2024, membawa angin segar bagi para petani di Desa Kalialang. Tiga unit irigasi perpompaan tersebut, mampu mengubah lahan tandus petani menjadi area persawahan yang bisa panen lebih dari satu kali.

Sebelumnya, area sawah di desa tersebut merupakan sawah tadah hujan, yang hanya mengandalkan hujan saat musim tanam. Dan setelahnya, para petani menggunakan mesin diesel untuk menyedot air sungai ataupun sumur bor yang kemudian dialirkan ke area persawahan. Mengingat biaya yang cukup tinggi untuk bahan bakar mesin tersebut, maka petani hanya menggunakan sekali sepanjang tahun.

“Sebelumnya saya menggunakan mesin diesel yang bahan bakarnya solar untuk mengalirkan air ke sawah, jika hujan tidak lagi turun. Untuk penggunakan mesin diesel tersebut, dibutuhkan 3 liter solar untuk mengairi selama 3 jam, harga solar sekarang sudah di atas Rp 10.000 per liter. Bisa dibayangkan berapa harus keluar biaya untuk mengairi sawah, sejak tanam hingga panen”, jelasnya.

Atpono menambahkan, tidak semua petani memiliki mesin diesel, ada yang harus menyewa mesin. Bagi petani yang memiliki mesin diesel, juga harus menyisihkan biaya untuk pemeliharaannya.

“Biasanya dikoordinir kelompok tani, untuk satu musim tanam, petani terkena biaya sekitar Rp 950.000, dengan perincian Rp 700.000 untuk pembelian solar, Rp 200.000 untuk operator mesin dan Rp 50.000 untuk biaya perawatan mesin”, ungkapnya.

Caption Foto : Bantuan irigasi pompa dari PLN UP3 Purwokerto juga dimanfaatkan untuk mengairi ladang petani di Desa Kalialang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. (Foto : Hermiana)

 

Lebih Hemat 60%

Atpono memaparkan, setelah dilakukan perhitungan, dengan membeli pulsa listrik senilai Rp 100.000, bisa untuk melakukan pengairan selam 20 jam. Artinya, ada penghematan sampai dengan 60% dari biaya produksi yang sebelumnya harus ditanggung petani dengan menggunakan mesin diesel.

“Nanti uang untuk pembelian pulsa juga akan dikoordinir oleh kelompok, kemudian pengairan akan digilir seseuai dengan kebutuhan lahan”, tuturnya berbinar-binar.

Nasib berbeda dialami Sumadi, petani yang lokasi lahannya berada di tepi Sungai Berem, tempat salah satu irigasi perpompaan menyedot air. Lahan miliknya seluas 150 ubin, merupakan ladang kering dan tandus. Sumadi baru saja selesai menanam bibit pohon terong siang itu. Sambil mengusap peluh di wajahnya, ia berkata bahwa, lahannya belum kebagian aliran air dari irigasi perpompaan yang baru dipasang PLN.

“Belum kebagian air lahan saja, mungkin didahulukan yang sedang tanam padi dan ladang-ladang yang jauh dari sungai”, ucapnya.

Namun, sesaat kemudian Sumadi tersenyum dan mengungkapkan kalau setelah masa tanam kedua dan debit air sungai besar kembali, maka ladangnya akan kebagian aliran air. Dan ia berencana akan mengubah ladang tandusnya menjadi area persawahan untuk menanam padi.

“Sudah ingin sekali menanam padi dan bisa panen dua kali seperti yang lain”, katanya.

Terkait pembagian air tersebut, Koordinator bantuan irigasi perpompaan Desa Kalialang, Wahyu Adi memaparkan, dari tiga titik irigasi perpompaan yang dibangun PLN, diperuntukan bagi 5 kelompok tani. Idealnya, satu irigasi perpompaan bisa dipergunakan untuk lahan seluas 35-40 hektare. Namun, semua iti tergantung pada sumber airnya.

“Ada dua sungai yang digunakan untuk irigasi perpompaan ini, yaitu Sungai Klawing dan Sungai Berem, kedua sungai tersebut debit airnya cenderung stabil. Pada musim kemarau memang menurun, tetapi tetap masih ada airnya”, ungkapnya.

Instalasi irigasi tersebut, lanjutnya, selain digunakan untuk area persawahan, juga dipergunakan untuk mengairi tegalan, dengah harapan petani bisa menjadikan tegalan menjadi sawah untuk menanam padi. Total luas lahan pertanian di Desa Kalialang sekitar 179 hektar.

“Kalau sebelumnya petani menanam padi – jagung – jagung misalnya, maka diharapkan sekarang bisa padi – jagung – padi, karena sebagian besar sawah di Desa Kalialang memang tadah hujan”, terangnya.

Caption Foto : Koordinator bantuan irigasi perpompaan Desa Kalialang, Wahyu Adi tengah memeriksa meteran listrik di gardu pompa. (Foto : Hermiana).

 

Ketahanan Pangan

Sementara itu, untuk bantuan irigasi perpompaan, PLN melakukan investasi dengan nilai yang cukup besar. Manager PLN UP3 Purwokerto, Firman Raharja mengatakan, untuk satu titik, investasi yang dikeluarkan senilai kurang lebih Rp 1 miliar, yang digunakan untuk pengadaan tiang beton serta penarikan jaringan.

Menurutnya, untuk program Electrifying Agriculture (EA) ini, PLN tidak berhitung untung-rugi, tetapi lebih mengedepankan dukungan terhadap program ketahanan pangan. Sehingga wilayah yang menjadi sasaran program EA adalah diutamakan lahan pertanian tadah hujan serta sistem irigasi yang belum dapat menjangkau seluru kebutuhan lahan pertanian.

“Banyak keuntungan yang diperoleh petani dari program ini, antara lain peningkatan produktivitas, biaya operasional lebih hemat, serta frekuensi panen bertambah, dimana semua itu akan bermuara pada peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat”, jelasnya.

Dari data PLN UP3 Purwokerto, sepanjang bulan Januari – Juli 2024, tercatat ada 200 pelanggan pasang baru listrik untuk sektor  agrikultur yang meliputi peternakan ayam, kolam ikan dan pengairan sawah.

Comments are closed.