Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

178 Siswa di Banyumas Ramaikan Hardiknas 2024 dengan Tari Kebhinekaan

0

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Sebanyak 178 siswa SMP Negeri 1 Wangon tampil membawakan Tari Kebhinekaan dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (2/5/2024) di Alun-Alun Purwokerto.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono mengatakan, upacara peringatan Hardikas diikuti sebanyak 2.500 peserta dengan Pasukan Pengibar Bendera dari SMA Negeri 2 Purwokerto dan dimeriahkan dengan penampilan Tari Kebhinekaan sebagai implemantasi dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dibawakan sebanyak 178 pelajar SMP Negeri 1 Wangon. Selain itu juga ditampilkan   tari lokal Banyumas, Tari Rumaksa yang dibawakan 50 pelajar SMP Negeri 2 Wangon.

“Hardiknas kali ini memang kita membangun satu narasi tentang Program Mereka Belajar yang harus bergerak bersama untuk kita lanjutkan. Karena dalam konsepsi merdeka belajar tersebut, terbingkai kebhinekaan. Maka tadi habis upacara dilaksanakan dengan adanya Tari P5 yang menggambarkan tentang penguatan profil pelajar Pancasila”, terangnya.

Joko menambahkan, peserta upacara sebanyak 2500 yang berrasal dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa dan stakeholder pendidikan lainnya seperti dari kampus dan dari pendidikan non formal yang ada di Kabupaten Banyumas.

“Saya berharap dunia pendidikan Banyumas semakin masif untuk menguatkan kurikulum Merdeka Belajar dalam menyiapkan generasi emas, generasi yang berkarya untuk bangsanya, juga mencintai budaya bangsanya”, tuturnya.

Merdeka Belajar

Sementara itu, Pj Bupati Banyumas, Hanung Cahyo Saputro Hanung Cahyo Saputro membacakan amanat dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Menbudristek) Republik Indonesia Nadiem Makarim. Ia mengatakan bahwa pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2024, mengusung tema ‘Bergerak Bersama Lanjutkan Merdeka Belajar’, dimana program Merdeka Belajar telah memberi wajah baru bagi pendidikan Indonesia.

“Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya”, ucap Hanung.

Leave A Reply

Your email address will not be published.