Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kemiskinan di Temanggung Turun, Jadi Salah Satu yang Terendah di Jawa Tengah

METROJATENG.COM, TEMANGGUNG – Kabar baik datang dari Kabupaten Temanggung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, angka kemiskinan di kabupaten berhawa sejuk ini terus menurun signifikan. Jika pada 2024 tercatat 8,67 persen, kini turun menjadi 7,78 persen atau menurun sekitar 0,9 persen secara year on year (yoy).

Capaian tersebut membuat Temanggung masuk jajaran daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Jawa Tengah. Bahkan, posisi ini sudah berada di bawah rata-rata nasional (8,47 persen) maupun provinsi (9,48 persen).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung, Hendra Sumaryana, menyebut penurunan ini bukan sekadar angka statistik, tapi hasil kerja nyata lintas sektor.

“Alhamdulillah, data dari BPS menunjukkan penurunan sekitar 0,9 persen. Artinya, Temanggung sudah lebih baik dari rata-rata nasional maupun provinsi,” katanya.

Berdasarkan perhitungan BPS, kini jumlah penduduk miskin di Temanggung sekitar 62.000 jiwa dari total populasi hampir 800.000 orang. Sementara, garis kemiskinan 2025 ditetapkan sebesar Rp443.000 per kapita per bulan, naik dari Rp416.000 tahun sebelumnya.

Hendra menjelaskan, kenaikan garis kemiskinan ini menandakan adanya peningkatan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

“Kenaikan garis kemiskinan menunjukkan kebutuhan hidup makin tinggi. Maka, fokus kita bukan hanya menekan angka kemiskinan, tapi juga memastikan akses ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar semakin merata,” tuturnya.

Dari Bantuan Hingga Pemberdayaan

Pemkab Temanggung kini mengedepankan strategi ganda—mengurangi beban pengeluaran sekaligus meningkatkan pendapatan warga miskin.
Program yang dijalankan mencakup:

  • Bantuan sosial langsung melalui Dinas Sosial,

  • Perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dari APBN, APBD, dan CSR,

  • Penyediaan air bersih dan sanitasi di wilayah rawan,

  • Pelatihan dan bantuan usaha kecil bagi keluarga miskin.

“Tahun ini saja, sekitar 1.200 rumah sudah mendapat bantuan perbaikan dari berbagai sumber dana. Selain itu, warga juga dibekali pelatihan dan peralatan usaha agar bisa mandiri,” jelas Hendra.

Meski angka kemiskinan menurun, tantangan masih ada. Sebagian besar warga miskin masih terkonsentrasi di wilayah barat Temanggung yang memiliki kondisi geografis sulit dan keterbatasan akses ekonomi.

“Daerah barat masih jadi fokus kami. Kondisi geografis dan jarak dari pusat ekonomi membuat pembangunan di sana butuh perhatian lebih,” tambahnya.

Dengan capaian positif ini, Pemkab Temanggung optimistis angka kemiskinan akan terus menurun dalam dua tahun ke depan.

“Kami terus memperkuat sinergi lintas sektor dan memperbaiki efektivitas program penanggulangan kemiskinan. Targetnya, angka kemiskinan di Temanggung bisa terus ditekan secara bertahap,” pungkas Hendra.

Comments are closed.