TPAKD Jateng Tancap Gas Perluas Akses Keuangan, Topang Pertumbuhan Wirausaha dan Sektor Pangan
METROJATENG.COM, SEMARABG – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah semakin memperkuat langkah dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat guna mendukung pertumbuhan sektor usaha dan mewujudkan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Rapat Pleno TPAKD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang mempertemukan pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan untuk menyusun strategi percepatan keuangan inklusif yang berkelanjutan.
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo mengatakan pembangunan ekonomi daerah membutuhkan dukungan ekosistem yang mampu menghubungkan sektor keuangan dengan sektor riil secara lebih kuat.
Menurutnya, potensi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah masih sangat besar, terutama pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, dan UMKM. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu menyiapkan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah sekaligus meningkatkan kapasitas usahanya.
“Jangan sampai potensi pertumbuhan yang besar tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, fokus bersama adalah menyiapkan ekosistem pertumbuhan yang sehat agar layanan keuangan dapat menjangkau sektor-sektor produktif dengan risiko yang terukur,” ujar Hidayat.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut perkembangan jumlah wirausaha di Jawa Tengah menunjukkan tren yang sangat positif. Pada 2026, jumlah wirausaha mencapai 4,93 juta orang atau meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 3,69 juta orang.
“Peningkatan ini memperlihatkan bahwa Jawa Tengah menjadi salah satu motor penggerak kewirausahaan nasional. Tantangannya sekarang adalah memastikan para pelaku usaha memiliki akses pembiayaan, literasi keuangan, dan pendampingan yang memadai agar usahanya semakin berkembang,” katanya.
Sebagai bentuk penguatan kolaborasi, pemerintah daerah dan industri jasa keuangan juga menandatangani Deklarasi Komitmen Bersama Pengembangan Keuangan Inklusif di Jawa Tengah. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sepanjang 2025, berbagai program TPAKD menunjukkan hasil positif. Edukasi keuangan melalui Program GENCARKAN berhasil menjangkau sekitar 7 juta peserta. Sementara Program Ayo Jateng Menabung (KEJAR) mencatat 8,64 juta rekening pelajar dengan total tabungan mencapai Rp1,88 triliun.
Di sisi pembiayaan, Program Melawan Rentenir telah menjangkau lebih dari 75 ribu debitur dengan nilai outstanding Rp1,45 triliun. Adapun penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp48,73 triliun kepada lebih dari 1,17 juta debitur, termasuk sektor pertanian yang memperoleh pembiayaan sebesar Rp12,57 triliun.
Tahun ini, TPAKD Jawa Tengah akan memfokuskan program kerja pada penguatan sektor pangan, perluasan akses pembiayaan UMKM, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, digitalisasi transaksi keuangan, pengembangan ekosistem keuangan inklusif, serta penguatan perlindungan sosial dan ketenagakerjaan.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan, Jawa Tengah optimistis mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkokoh perannya sebagai salah satu pusat produksi pangan nasional. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.