Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Kolaborasi Tani Muda Wujudkan Program Trilas untuk Pertanian Masa Depan Banyumas

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui penguatan peran generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan dengan peluncuran Program Agritrasform oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas, sebagai langkah strategis menyiapkan petani muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.

Program Agritrasform selaras dengan Program Trilas Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, khususnya poin keempat, yakni pengembangan sentra pengusaha dan petani muda di setiap kecamatan. Melalui program ini, pemerintah daerah berharap terjadi regenerasi petani yang berkelanjutan sekaligus penguatan ketahanan pangan daerah.

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian dan Bina Usaha Dinpertan KP Banyumas, Imam Pamungkas S.T., M.AP., menjelaskan bahwa pembangunan pertanian masa depan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, petani, masyarakat, dan generasi muda.

“Di tengah tantangan ketahanan pangan saat ini, regenerasi petani menjadi faktor yang sangat penting. Karena itu, Program Muda Tani hadir sebagai wadah bagi anak muda Banyumas untuk mengenal pertanian lebih dekat, mulai dari pelatihan, praktik budidaya, hingga penguatan mental kewirausahaan,” ujar Imam dalam diskusi yang menjadi rangkaian peluncuran Agritrasform.

Dalam kesempatan tersebut, Imam juga memaparkan kondisi pertanian dan ketahanan pangan di Banyumas, kebijakan strategis daerah dalam mendukung sektor pangan, serta pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat pelaku pertanian.

 

 

Caption Foto : Diskusi dengan tema ‘Membangun Pertanian Masa Depan: Kolaborasi Pemerintah, Petani, dan Generasi Muda’ di acara lounching Program Agritrasform Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas. (Foto : Dok. Dinpertan KP Banyumas).

 

Petani Muda

Diskusi bertajuk “Membangun Pertanian Masa Depan: Kolaborasi Pemerintah, Petani, dan Generasi Muda” turut menghadirkan CEO Muda Tani, Audri Syahroni. Ia menekankan bahwa regenerasi petani merupakan kunci keberlanjutan ketahanan pangan nasional, sekaligus membuka peluang pertanian sebagai sektor usaha yang menjanjikan bagi anak muda. Sesi diskusi juga dilengkapi dengan tanya jawab interaktif terkait pertanian berkelanjutan dan transformasi sektor agribisnis.

Selain itu, pengalaman praktis juga disampaikan oleh Rangga Setiawan, petani cabai asal Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Bersama kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Lestari, Rangga memilih membudidayakan cabai rawit merah karena dinilai memiliki harga yang relatif lebih tinggi dan stabil.

Keberhasilan panen yang dicapai mendorong semakin banyak petani bergabung untuk kembali menanam cabai. Untuk mengakomodasi antusiasme tersebut, Rangga dan tim menyisihkan sebagian hasil panen guna membuka demplot baru. Hasilnya, tanaman cabai kini menghijau di lahan seluas sekitar 120 ubin dan Desa Banjarsari Kulon kembali berkembang sebagai sentra cabai yang dikelola secara lebih konsisten.

“Kami ingin ini menjadi aksi yang berkelanjutan. Setiap ada petani yang ingin bergabung, kami sangat terbuka,” kata Rangga.

Sebagai wujud kolaborasi, acara ini juga dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asekbang) Setda Banyumas, Ir.Junaidi MT, Kepada Dinpertan KP Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST.MM, Kepala Bappedalitbang, Dedy Noerhasan ST. M.Si, Kepala Dinperindag Banyumas, Gatot Eko Purwadi SE, Kepala Dinnakerkop UKM, Drs.Wahyu Dewanto M.Si, perwakilan dari Bank Indonesia Purwokerto dan lainnya. Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penanaman cabai secara simbolis sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun pertanian Banyumas yang berkelanjutan, modern, dan melibatkan peran aktif generasi muda.


Comments are closed.