Tegaskan Komitmen PLN Untuk Rakyat, YBM PLN UP3 Purwokerto Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah di Ponpes
METROJATENG.COM, BANYUMAS – Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dari komitmen sosial PT PLN (Persero). Melalui program pemberdayaan masyarakat, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) dan Srikandi PLN kembali menunjukkan langkah nyata dengan menggelar pelatihan pengolahan sampah di Pondok Pesantren (Ponpes) An Warul Huda Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.
Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian PLN untuk mendukung masyarakat, khususnya lembaga pendidikan berbasis pesantren agar mampu berdaya dan mempraktikkan pola hidup bersih serta ramah lingkungan.
Manajer PLN UP3 Purwokerto, Firman Raharja, menjelaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di banyak daerah, termasuk di lingkungan pesantren dengan jumlah santri yang cukup banyak. Produksi sampah yang tinggi, apabila tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan masalah baru bagi kesehatan maupun estetika lingkungan.
“Kami ingin membantu ponpes agar mampu mengelola sampah secara efektif. Dengan jumlah santri yang cukup banyak, potensi sampahnya besar, sehingga perlu adanya edukasi dan sistem pengelolaan yang baik. Ini juga bentuk kehadiran PLN untuk masyarakat,” jelas Firman.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang benar tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi pesantren bila dilakukan secara konsisten.
Dalam pelatihan ini, PLN menghadirkan Bank Sampah Serayan Makarya sebagai narasumber yang membimbing para santri mengenai pemilahan sampah, pemanfaatan sampah organik sebagai pupuk, hingga cara-cara sederhana mengolah sampah menjadi produk berdaya jual.
Firman menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program capacity building PLN. Tidak berhenti pada pelatihan, PLN juga berkomitmen untuk memantau implementasi di ponpes tersebut dalam kurun waktu 2–3 bulan ke depan.
“Ini baru tahap awal. Kami ingin melihat bagaimana implementasinya berjalan dan apakah metode yang diberikan cukup efektif bagi santri,” ujarnya.

Pengelolaan Sampah yang Menghasilkan Manfaat Ganda
Perwakilan Bank Sampah Serayan Makarya, Suciati, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PLN terhadap isu lingkungan. Ia menegaskan bahwa pelatihan seperti ini sangat penting untuk mengubah cara pandang masyarakat tentang sampah.
“Pengolahan sampah tidak hanya soal kebersihan. Jika dikelola dengan benar, sampah bisa menjadi pupuk untuk tanaman di lingkungan ponpes, bahkan bisa memberikan pemasukan tambahan. Jadi ada manfaat ganda,” terangnya.
Dengan melibatkan para santri, Suciati berharap edukasi ini menjadi kebiasaan positif yang terus berlanjut bahkan setelah pelatihan selesai.
Lurah Ponpes An Warul Huda, Uda Ulinuha, mengaku sangat terbantu oleh pelatihan ini. Menurutnya, ponpes sudah lama ingin mengembangkan pengelolaan sampah mandiri, namun belum memiliki pengetahuan teknis dan pendampingan yang tepat.
“Terima kasih kepada PLN yang sudah memberikan fasilitas dan edukasi lengkap. Pengelolaan sampah seperti ini bukan hanya membantu kebersihan, tetapi juga mengubah citra ponpes agar terlihat lebih bersih dan modern,” ujarnya.
Ia menilai pelatihan ini menjadi titik awal bagi ponpes untuk terus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan santri.
Melalui program ini, PLN UP3 Purwokerto berharap dapat mendorong semakin banyak lembaga pendidikan, khususnya pesantren, untuk memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga aktif dalam berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Comments are closed.