Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Bulog Tetap Serap Gabah Terdampak Banjir, Jateng Sudah Capai 4.700 Ton

METROJATENG.COM, SEMARANG  – Perum Bulog memastikan tetap melakukan penyerapan gabah petani, termasuk yang terdampak banjir. Sampai  saat ini di wilayah Jateng sudah mencapai 4.700 ton, dan jumlah ini akan terus bertambah.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto  menegaskan, langkah ini dilakukan untuk melindungi petani agar tidak merugi dan tetap mendapatkan kepastian harga.

Menurutnya, Bulog memahami kondisi di lapangan, terutama bagi petani yang sawahnya terdampak banjir. Namun demikian, ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan agar proses penyerapan berjalan lancar.

“Kami tetap menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, termasuk yang terdampak banjir. Tapi kami imbau agar gabah dikeringkan dengan dianginkan terlebih dahulu dan dibersihkan dari kotoran sebelum dijual, supaya tidak merusak alat pengering milik mitra,” ujarnya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengadaan Gabah dan Jagung bersama di Kator Perum Bulog Jateng.

Didamping Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng Sri Mulyati, Ia menjelaskan, mitra penggilingan memiliki keterbatasan kapasitas, terutama pada alat pengering. Jika gabah terlalu basah atau banyak mengandung kotoran, proses pengeringan menjadi lebih sulit dan berisiko merusak mesin. Karena itu, petani diminta melakukan pengeringan awal secara alami sebelum gabah diserahkan.

Penyerapan gabah terdampak banjir terbaru dilakukan di wilayah Kabupaten Grobogan dengan volume sekitar 30 ton dalam satu hari. Selain itu, Bulog juga siap hadir di daerah lain di Jawa Tengah yang mengalami kondisi serupa, sepanjang ada laporan dan data pendukung dari daerah.

Tak hanya di Jawa Tengah, langkah serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah lain seperti Aceh dan Sumatera Barat sebagai bentuk kehadiran negara dalam membantu petani.

“Kami tidak ingin petani sudah terdampak banjir, lalu harga gabahnya jatuh. Itu seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Bulog hadir memberi kepastian harga Rp6.500 agar petani tetap semangat,” tegasnya.

Serapan Naik Signifikan

Secara kumulatif, penyerapan gabah Bulog di Jawa Tengah hingga Januari telah mencapai 4.700 ton. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih nihil.

“Januari tahun lalu belum ada penyerapan. Sekarang sudah 4.700 ton. Ini perkembangan yang baik,” katanya.

Untuk tahun ini, Bulog menargetkan penyerapan hingga 70.000 ton di Jawa Tengah. Optimisme tersebut didukung sinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, guna mengantisipasi praktik tengkulak yang merugikan petani.

Bulog juga mengimbau petani agar tidak ragu menjual gabahnya langsung ke Bulog jika menemukan harga di bawah ketentuan pemerintah.

“Kalau ada yang membeli di bawah Rp6.500 dan merugikan petani, silakan jual ke Bulog. Negara hadir untuk melindungi,” pungkasnya. ((*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.