Yuk Kenalan sama Cantik, Anggun dan Jelita, Bayi Harimau Lucu di Semarang

Saat ini total ada sebanyak 15 ekor harimau benggala yang dipelihara di Semarang Zoo.

SEMARANG – Kandang harimau benggala milik Kebun Binatang Mangkang atau Semarang Zoo saat ini overload. Pasalnya, saat ini jumlah harimau benggala membengkak karena ada tambahan bayi harimau yang baru lahir sebulan terakhir.

Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu memerlihatkan anak harimau penghuni baru Semarang Zoo. Foto: metrojateng.com/efendi

Aniek Sus Hartatik, Koordinator Dokter Hewan di Semarang Zoo mengungkapkan ketiga bayi harimau tersebut saat ini diberi nama Cantik, Anggun dan Jelita. Ketiganya berjenis kelamin betina. Bayi harimau itu lahir sebulan lalu dari pasangan indukan bernama Rengganis dan Kliwon.

“Perawatan anak harimau yang baru lahir di sini sedikit repot. Sebab, harus dipisahkan dengan induknya. sama induknya langsung,” kata Aniek saat ditemui metrojateng.com, Selasa (31/7).

Kendati demikian, bayi-bayi harimau itu terkadang dicampur dengan kedua indukannya. Saban hari, bayi harimau masih diberi asupan gizi berupa tambahan vitamin, sering dimandikan serta diberi makan tiga kilogram daging sapi.

BACA JUGA: Lucu dan Menggemaskan, Tiga Bayi Harimau jadi Penghuni Baru Semarang Zoo

Tumbuh kembang Cantik, Anggun maupun Jelita, kata Aniek saat ini masih terus dipantau oleh tim medis Semarang Zoo. Mereka saat ini punya bobot masing-masing 3 kilogram.

Untuk saat ini total ada sebanyak 15 ekor harimau benggala yang dipelihara di Semarang Zoo. Tetapi, dirinya juga memiliki seekor harimau Sumatera yang telaj dijodohkan dengan indukan milik lembaga konservasi PT Sidomuncul.

“Kebutuhan makan 15 harimau itu mencapai belasan kilogram daging sapi per hari,” tuturnya.

Aniek menambahkan bila jumlah satwa yang dimiliki kebun binatangnya mencapai 500 ekor. Pihaknya masih menunggu izin lembaga konservasi (LK) yang sedang diajukan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Jika izin LK sudah keluar, kami baru berani menambah fasilitas termasuk memperbanyak koleksi satwa dan tukar menukar satwa dengan kebun binatang lainnya,” katanya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.