XL Dukung Mahasiswa Kembangkan Startup IoT

IoT dapat diterapkan secara luas antara lain di sektor peternakan, industri, jalan raya dan transportasi, internet gedung serta lainnya.

SEMARANG – XL Axiata mengenalkan teknologi Internet of Things kepada para mahasiswa di Universitas Diponegoro Semarang, Senin (8/4/2019). Melalui kegiatan Youth Town Hall 2019, XL siap mendukung perusahaan rintisan (startup) dari mahasiswa dalam menginkubasi produknya.

Head of IoT Innovation XL Axiata, Boy Wicaksono menjelaskan kepada mahasiswa tentang teknologi Internet of Things (IoT) pada kegiatan Youth Town Hall 2019 di Universitas Diponegoro Semarang, Senin (8/4/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Head of IoT Innovation XL Axiata, Boy Wicaksono mengatakan, sejalan dengan misi perusahaan dan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 pihaknya mengenalkan apa itu Internet of Things (IoT).

“Kami kenalkan teknologi ini dan memberikan contoh penerapan IoT dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kami juga menjelaskan kalau XL punya laboratorium IoT yang bernama XCamp, yaitu laboratorium IoT pertama di Indonesia, dan program-program untuk memfasilitasi anak-anak muda dalam mengembangkan IoT,” ungkapnya di sela acara.

Diketahui, IoT dapat diterapkan secara luas antara lain di sektor peternakan, industri, jalan raya dan transportasi, internet gedung serta lainnya.

“Misal di sektor transportasi, IoT bisa untuk memonitor armada angkutan umum, apakah rutenya sudah optimal atau belum, kondisi mesin mobil sudah waktunya perawatan atau belum,” tuturnya.

Maka, lanjut dia, melalui kegiatan yang melibatkan mahasiswa tersebut XL ingin menjelaskan bahwa masalah internet tidak sekadar software, tapi sudah berkembang ke IoT.

Sementara perintis sekaligus Chief of Product Habibie Garden, Toni Prabowo mengatakan, pihaknya sebagai perusahaan startup di bidang pertanian dan agrikultur sudah menerapkan IoT sejak 2016.

“Kami gunakan teknologi itu untuk mengatasi masalah petani dalam melihat kebutuhan tanaman. Sebab, selama ini kita salah kaprah. Misalnya, tanaman seharusnya butuh air malah kita kasih pupuk,” katanya.

Maka, lanjut dia, alat ini sangat membantu mengatasi masalah tersebut dan sekarang pihaknya bersama XL mengembangkan aplikasi urban farming untuk kebutuhan bercocok tanam di rumah tangga. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.