XL Axiata Gandeng Influencer Kampanyekan Fiberisasi di Semarang

Para pegiat yang eksis di media sosial itu ditantang untuk berkeliling dan mengunjungi spot-spot wisata serta kuliner di Semarang.

SEMARANG – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar kompetisi permainan interaktif berbasis digital “Digi Race Competition 2019”, Sabtu (9/11/2019). Menggandeng 10 influencer Kota Semarang melalui kegiatan itu XL Axiata mengkampanyekan kualitas layanan terbaru fiberisasi.

Event and Activation XL Axiata, Yuda Pranata menyerahkan hadiah kepada pemenang “Digi Race Competition 2019” di Valle Resto Semarang, Sabtu (9/11/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Para pegiat yang eksis di media sosial itu ditantang untuk berkeliling dan mengunjungi spot-spot wisata serta kuliner di Semarang seperti, Soto Pak No, Pasar Johar Baru, Nasi Goreng Tonjoyo, Toko Oen, Warung Makan Belut Hj Nasimah, dan ditutup di Vale Pizza E Resto. Kemudian, mereka wajib mengunggah di media sosial seperti, Instagram, Youtube, serta memanfaatkan Google Maps dengan jaringan fiberisasi XL Axiata.

Event and Activation XL Axiata, Yuda Pranata mengatakan, tantangan yang harus diselesaikan oleh peserta terdiri atas kuis dengan pertanyaan-pertanyaan melalui video streaming di aplikasi Youtube. Selain itu, ada juga games yang memanfaatkan platform media sosial lainnya seperti Spotify, Instagram, dan Netflix.

“Jenis tantangannya meliputi aktivitas digital untuk menguji kualitas jaringan setelah dilakukan fiberisasi. Semua jenis tantangan mengharuskan peserta untuk mengakses layanan data dengan kapasitas besar seperti streaming, mengunduh, mengunggah, dan memainkan games,” ungkapnya saat ditemui pada pengumuman pemenang Digi Race Competition 2019 di Valle Resto Semarang.

XL Axiata terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan, salah satunya melalui proses fiberisasi yang telah terlaksana di sebagian besar wilayah Jawa Tengah, termasuk Semarang sebagai kota terbesar sekaligus ibukota provinsi.

Secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan Base Transceiver Station (BTS) melalui jalur fiber, termasuk sekaligus melakukan regenerasi perangkat-perangkat BTS, seperti antara lain mengganti perangkat yang selama ini memakai microwave menjadi perangkat fiber.

“Program fiberisasi jaringan merupakan salah satu langkah dalam mempersiapkan jaringan 5G. Sebagai teknologi jaringan tercanggih, 5G mampu menghadirkan kecepatan data yang tinggi, jumlah pemakai yang lebih banyak, dan delay atau latency yang rendah. Adapun, kami telah melaksanakan program ini secara massif di seluruh wilayah Indonesia dalam 3 tahun terakhir,” jelas Yuda.

Sementara di wilayah Jawa Tengah, fiberisasi jaringan telah terlaksana hampir semua area, baik kota-kota besar seperti Semarang, Surakarta, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto, hingga kota sedang seperti Kudus, Jepara, Magelang, Salatiga, Purworejo, Kebumen, dan Cilacap. Bahkan fiberisasi juga sudah terlaksana di kota-kota kecil seperti Rembang, Blora, Purbalingga, Wonosobo, Karanganyar, dan Wonogiri. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.