Wisatawan Liburan Akhir Tahun Diperkirakan Melonjak

Dipredksi ada kenaikan wisatawan sebesar 15 persen dibanding kondisi 2017.

SEMARANG- Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jawa Tengah mengandalkan transaksi perjalanan wisata yang dipesan oleh grup-grup keluarga untuk memacu pendapatan saat malam pergantian tahun baru 2019.

Agro Wisata Kampung Palawija Balkondes Karangrejo yang dibangun Perusahaan Gas Negara (PGN) dilengkapi fasilitas penginapan (homestay) agar wisatawan dapat menikmati potensi desa di sana. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Wakil Ketua Asita Jateng Erina Sulung, mengatakan di bulan ini pergerakan wisawatan sedang memasuki titik tertinggi.

Ia mengklaim hampir semua obyek wisata sudah penuh dipesan. Tren kunjungan wisatawan kini sedang naik cukup signifikan.

“Destinasi wisata kayak Balkondes dan Borobudur sudah habis dipesan. Indikatornya di sana sudah penuh sesak, di jalan-jalan kendaraan berpelat nomor luar kota mulai berseliweran. Tren kenaikannya kurang lebih 10 persen,” imbuhnya.

Ia mengaku optimistis target kenaikan jumlah wisatawan sebesar 15 persen dibanding kondisi 2017 akan terwujud saat malam pergantian tahun tiba.

“Makanya kita sebagai pelaku wisata ingin menggaet lebih banyak lagi grup keluarga agar mau berliburan ke Jawa Tengah,” tuturnya.

Namun demikian, diakuinya terdapat sejumlah kunjungan wisatawan ke beberapa destinasi terpaksa dibatalkan. Alasannya, beberapa wisatawan takut berlibur di tengah cuaca buruk yang melanda sejumlah kabupaten/kota.

“Yang dijadwalkan ulang hanya beberapa saja. Tapi itu belum mematahkan banyaknya kunjungan di sini. Sebab saat ini banyak alternatif wisata di Jawa Tengah untuk menghabiskan liburan akhir tahun. Apalagi kan sekarang masuk musim liburan anak sekolah,” paparnya.

Ia mengimbau para wisatawan mewaspadai perubahan cuaca saat menyeberang ke sejumlah perairan terutama menuju Karimunjawa. Terkait dengan ombak tinggi bisa membahayakan keselamatan penumpang kapal reguler.

“Mudah-mudahan yang naik kapal Pelni masih bisa sampai ke Karimunjawa. Hanya saja kalau mau naik kapal reguler harus dipertimbangkan lebih matang. Secara keseluruhan obyek wisata di Karimunjawa masih tetap dibuka untuk umum. Kita berharap semuanya tetap berjalan lancar,” terangnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.