Winner Jengkel Kena Isu Bagi Sembako

image

MAGELANG – Tim sukses paslon Walikota/wakil walikota Magelang nomor urut 1 Sigit Widyonindito -Windarti Agustina (Si Winner) kebakaran jenggot. Pasalnya, timses ini menemukan adanya dugaan kampanye hitam (black campaign) berupa beredarnya amplop kupon sembako bergambar Sigit-Windarti. Padahal, timses tidak mengeluarkan kupon sembako menjelang pilkada, Rabu, (9/12) ini.
“Kami tidak pernah mengeluarkan amplop kupon sembako di hari-hari
menjelang pilkada ini,” kata wakil ketua Relawan Si Winner, Suharyadi,
Selasa (8/12).
Ia menganggap kalau beredarnya kupon sembako itu sebagai kampanye
hitam (black campaign) yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung
jawab.
Ia mengemukakan, pada pagi hari sekitar pukul 05.10 wib, penjaga
posko, heri Nugroho menerima laporan dari warga kampung Sanggrahan
Wates yang telah menerima amplop putih berisi kupon sembako yang bis
dicairkan pukul 10.00 -11.00 wib di posko Winner.
“Saya tentu saja terkejut, karena timses sama sekali tidak memiliki
program pembagian sembako. Apalagi di amplop itu jelas tertulis kalau
kupon berasal dari paslon Si Winner dan sembako diambil di posko
kemenangan,”katanya.
Menurut Haryadi, dirinya menerima tiga laporan, yakni dua warga
Sanggrahan masing-masing membawa satu amplop dan satu warga Kedungsari yang membawa 6 amplop. Mereka datang ke posko untuk konfirmasi apakah
benar ada pembagian sembako tersebut.
Menurut warga yang menerima amplop, kata Suharyadi, amplop tersebut
sudah ada di depan pintu rumah dan diketahui setelah pulang dari
masjid untuk menunaikan shalat subuh. Karena warga yang menerima itu
kebetulan simpatisan Si Winner, maka langsung dikonfirmasi.
Atas laporan itu, pihaknya langsung sibuk melakukan klarifikasi bahwa
tidak ada pembagian sembako seperti yang tertera dalam kupon tersebut.
Menurutnya, beredarnya kupon itu sangat merugikan pihaknya dan ia
segera lapor ke panwaslu untuk menindaklanjuti.
Anggota Panwaslu Kota Magelang Divisi Pencegahan dan Hubungan
Antarlembaga, Agung Pramudyanto membenarkan, dirinya sudah menerima
laporan kampanye hitam tersebut. “Kita beri tenggat waktu 3×24 jam
untuk menemukan siapa yang dilaporkan atas kasus ini,”katanya.
Agung juga mengatakan, sesuai aturan, panwaslu akan memproses laporan
ini jika lengkap meliputi pelapor, terlapor, barang bukti, dan saksi.
Laporan kampanye hitam ini kurang di terlapor, sehingga kami beri
waktu untuk menemukannya, sehingga kami bisa memprosesnya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

25 + = 30

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.