Wayang Rotan Memeriahkan Bukber Alumni SMA Welahan

Pementasan wayang rotan oleh Komunitas Pojok Kidul mengusung isu full day school.
?
JEPARA – Ratusan alumni SMA Welahan Kabupaten Jepara menggelar buka bersama di Halaman sekolah setempat, Kamis (22/6/2017). Kegiatan yang berlangsung sore hingga malam hari ini dimeriahkan oleh penampilan wayang rotan.

Pementasan yang dibawakan Komunitas Pojok Kidul Jepara dihujani gelak tawa dari ratusan penonton. Awal cerita yang dibuka dalang dengan kalimat-kalimat sentil, sudah membawa suasana hati penonton untuk menikmati sajian kesenian kontemporer ini lebih rileks. Dengan media wayang yang terbuat dari anyaman rotan, dalang terus mengalirkan cerita.

Kali ini, komunitas yang terdiri dari seniman muda ini mengusung isu problematika pendidikan tanah air, terutama program full day school. Kebetulan, pementasan ini merupakan bagian dari hiburan dalam kegiatan buka bersama alumni SMA 1 Welahan. Menariknya, pementasan wayang rotan mencoba mengolaborasikan seni wayang dengan teater. Jadi, ada dalang, wayang dan aktor teater.
Di tengah audiens mayoritas kaum berpendidikan, suguhan isu dapat ditangkap dengan baik. Bahkan beberapa diantaranya turut melontarkan sentilan.

Kendati  bernuansa banyolan, ceritanya sarat dengan kritik. Program full day school masih memiliki kekurangan. Misalnya, siswa tidak lagi dapat menikmati pengalaman di luar sekolah. Secara psikologis juga akan banyak tertekan, yang justru menghambat perkembangan mental siswa. Hal ini digambarkan karakter para tokoh yang berlagak aneh, lebih mirip dengan tingkah polah pasien rumah sakit jiwa.
“Kami mencoba memberikan gambaran hasil diskusi dari isu-isu terkini. Bukan menggurui, hanya menawarkan kemungkinan-kemungkinan. Kali ini soal full day school,” ujar koordinator Komunitas Pojok Kidul, Jauharudin.

Ayu Fitria, seorang panitia acara menyampaikan bahwa buka bersama dilaksanakan bukan sekedar ajang berkumpul. Namun, ruang pertemuan ini dapat menjadi lingkaran diskusi.
“Setidaknya ada ruang dimana pertemuan anak muda bukan hanya hura hura. Bisa jadi ruang pelestarian seni budaya, dan diskusi,” pangkas dia.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 37 = 44

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.