Waspada! Pelaku Hipnotis Berkedok Tanya Alamat Berkeliaran di Demangharjo Tegal

Saat bertanya, korban kemudian dihipnotis untuk masuk ke dalam mobil dan mengantarkan pelaku.

TEGAL – Dalam satu pekan terakhir warga Desa Demangharjo, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal diresahkan dengan aksi penipuan berkedok tanya alamat. Sedikitnya tiga warga telah menjadi korban dengan kerugian mencapai puluhan juta.

Ilustrasi

Para pelaku melancarkan aksinya mengelabuhi korban dengan cara menghipnotis. Modus awalnya, para pelaku berpura-pura bertanya alamat kepada korban dengan menggunakan kendaraan roda empat. Saat bertanya, korban kemudian dihipnotis untuk masuk ke dalam mobil dan mengantarkan pelaku.

Dalam perjalanan itulah pelaku mengeluarkan jurus jitunya. Korban yang terpedaya diminta untuk menyerahkan uang serta barang berharga yang dimilikinya. Setelah seluruh harta korban terampas, kemudian korban diturunkan dari mobil.

“Kemarin tetangga saya, Ibu Suki yang menjadi korban. Kejadiannya korban turun dari angkot, lalu dihampiri pelaku menggunakan mobil. Berpura-pura tanya alamat ke Brebes,” ungkap Sodirin (29) warga Demangharjo, Selasa (15/1/2019) malam.

Menurut Sodirin, tetangganya tersebut mengaku tidak merasa curiga saat pelaku menanyakan alamat. Korban baru sadar bahwa dirinya menjadi korban hipnotis setelah turun dari mobil. Dimana perhiasan dan uang yang dibawanya sudah raib.

“Bu Suki diturunkan sekitar satu kilometer dari lokasi semula dia ditanya pelaku. Perhiasan senilai Rp 35 juta hilang dibawa pelaku,” imbuh Sodirin.

Selain Suki, nasib serupa juga dialami Sikho warga RW 04 Dukuh Karangwuni dan Lilis warga RT 01/ RW 03 Desa Demangharjo. Berdasarkan data yang dihimpun, Sikho menjadi korban hipnotis di depan Rumah Makan Sampurna dengan kerugian perhiasan.

Sementara Lilis menjadi korban hipnotis, Selasa (15/1) siang di depan Rumah Makan Fajar, Desa Demangharjo. Dengan modus yang sama, uang senilai Rp 8,5 juta miliknya raib digondol para pelaku.

Terpisah, Kasat Reskim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo saat dihubungi melalui teleponnya mengatakan, para korban diminta untuk segera melapor. Sehingga pihaknya dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.