Warga Tuntut Kontraktor Tol Bangun JPO

KENDAL – Ratusan warga dua desa di Brangsong Kendal menggelar aksi menuntut pelaksana proyek jalan tol Batang-Semarang membuatkan jembatan penyeberangan orang, Kamis (9/8). Warga juga menuntut pelaksana proyek membuat jembatan box untuk menghubungkan dua desa, karena terpisah jalan tol Batang-Semarang.

Demo Tol Batang-Semarang
Warga dua desa di Brangsong menuntut kontraktor Tol Batang-Semarang membangun JPO. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Aksi demo ratusan warga Desa Penjalin dan Desa Sumur Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal dilaksanakan di area proyek jalan tol Batang-Semarang. Dengan membawa spanduk dan poster, warga meminta PT Waskita Karya pelaksana pembangunan jalan tol untuk membuatkan JPO.

Meski sudah dibuatkan jalan penghubung namun lokasinya jauh dari desa dan warga harus memutar jauh untuk bisa ke desa sebelah. “Warga hanya menuntut ada jembatan penyeberangan orang, agar warga tidak perlu memutar dan lebih cepat ke desa sebelah,” ujar Samsul Huda tokoh masyarakat sekitar.

Selain menggelar aksi di lokasi proyek tol Batang-Semarang, warag dan pelaksana proyek jalan tol melakukan dialog yang dihadiri Muspika Brangsong dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kendal.

“Dua desa ini terbelah jalan tol sehingga warga kalau mau ke desa satunya harus memutar jauh,” imbuhnya.

Dari hasil dialog disepakati, pihak PT Waskita akan membuatkan JPO dan  box terowongan untuk kendaraan roda empat. Warga mengancam jika tuntutannya tidak dipenuhi mereka akan melakukan aksi serupa dan memblokir jalan tol.(MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.