Warga Terdampak Tol Batang-Semarang ‘Curhat’ ke PP Muhammadiyah

Warga Kendal sempat beberapa mengajukan keberatan terkait data yang digunakan untuk pembayaran ganti rugi tapi belum berbuah hasil.

KENDAL – Merasa belum ada kejelasan terkait ganti rugi pembangunan jalan tol Batang-Semarang, puluhan warga terdampak tol berangkat ke Yogyakarta untuk mengadu ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Mereka meminta PP Muhamadiyah membantu menyelesaikan ganti rugi yang dinilai tidak berpihak kepada warga khususnya di Kendal.

Warga terdampak Tol Batang-Semarang bersiap berangkat ke Yogyakarta, Rabu (12/12/2018). Foto: metrojateng.com

Sebanyak 30 warga sudah bersiap di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal sejak Rabu (12/12/2018) pagi. Mereka akan mengadukan permasalahan ini ke PP Muhammadiyah, Busro Muqodas di Yogyakarta.

Warga belum mengambil uang ganti rugi yang dititipkan ke Pengadilan Negeri Kendal karena banyak kesalahan, khususnya data pengukuran lahan.

Muhammad Hasan Alimin, salah satu warga terdampak tol mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan agar warga mendapat keadilan dalam ganti rugi pembangunan jalan tol Batang-Semarang. “Pertemuan dengan Ombudsman, bahkan dengan staf kepresidenan sudah dilakukan namun hasilnya belum ada titik temu,” katanya.

Warga berharap dengan mengadukan masalah ini ke PP Muhammadiyah bisa segera terselesaikan dan dapat membantu menjembatani dengan pemerintah.

Sekretaris PD Muhammadiyah Kendal, Ikhsan Ikhtizam mendukung upaya warga untuk mendapatkan keadilan. “Muhammadiyah Kendal memfasilitasi warga terdampak tol untuk mengadukan masalah ini kepada PP Muhammadiyah dan berharap permasalahan ini segera selesai,” ujarnya.

Warga Kendal yang terdampak tol Batang-Semarang, sempat beberapa mengajukan keberatan terkait data yang digunakan untuk pembayaran ganti rugi. Namun belum ada hasil, bahkan sejumlah rumah warga, terpaksa dieksekusi karena tidak mau pindah. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.