Warga Sidialit Tangkal Radikalisme dengan Kirab Gunungan

JEPARA – Ratusan warga Dukuh Sidialit Desa Kendengsidialit Kecamatan Welahan menggelar Kirab G unungan. Kirab kali ini kental dengan nuansa tanah air Indonesia. Arak-arakan paling depan membawa bendera merah putih.

“Tahun ini kami ingin mengajak masyarakat untuk mencintai tanah air, melalui ritual-ritual seperti ini,” papar Kamitua atau Kepala Dukuh, Dwi Haryoso, Senin (31/7).

Ia cukup prihatin dengan munculnya faham radikal yang sudah menggerogoti rasa nasionalisme masyarakat, terutama kaum muda. Lewat Kirab Gunungan diharapkan warga dapat mencintai budaya lokal dan menumbuhkan nasionalisme dalam diri mereka.

Sedikitnya ada empat gunungan yang terbuat dari hasil bumi desa setempat. Diarak mulai darimakam cikal bakal Mbah Regem, kemudian ke makam Mbah Suro. Selanjutnya, gunungan diikutsertakan dalam doa bersama di rumah Kamitua, sebelum akhirnya diperebutkan warga setempat.

“Tradisi seperti ini harus tetap ada untuk menjaga budaya lokal,” ujar Dwi Haryoso. Menurutnya tidak masalah jika tradisi upacara seperti Kirab Gunungan dikreasikan. Namun lebih baik jika kreasi tanpa mengurangi khidmat dan kemurniannya. Kirab gunungan, sama halnya dengan sedekah bumi yang diperingati tiap bulan apit, penanggalan Jawa.

Selain kirab, pada malam hari ada pertunjukan wayang kulit. “Hal ini juga mengingatkan masyarakat bahwa di dukuh ini ada sejarah yang perlu dipelajari, diketahui dan dijaga,” pungkasnya.(MJ-23)

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 65 = 72

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.