Warga Protes Air PDAM Purwokerto Berwarna Kecoklatan

PDAM berdalih sedang ada aktivitas blow off atau pencucian pipa saluran air.

BANYUMAS – Sejumlah warga yang menggunakan jasa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria Purwokerto, Banyumas protes. Pasalnya, air yang mengalir ke rumah mereka berwarna hitam pekat dan kotor.

Warga menunjukkan air PDAM yang berwarna kecoklatan. Foto: metrojateng.com

Utara Hutrianto, warga Jalan Kalisari Gang Kencana Kelurahan Purwanegara Purwokerto menuturkan, keruhnya air dari PDAM sudah sejak Minggu (11/11) malam. Air yang mengalir di rumahnya tersebut, tidak layak untuk mandi, masak, dan mencuci.

“Air yang keluar keruh berwarna kecoklatan dan hingga Senin pagi tambah keruh bercampur lumpur,” tuturnya, Senin (12/11/2018).

“Sebelumnya sudah pernah terjadi, tapi pihak PDAM langsung memberikan keterangan mengenai keruhnya air. Untuk kali ini, tidak ada keterangan apapun, air juga tetap keruh hingga pagi hari,” dia menambahkan.

Warga lainnya Ambarwoto, juga mengalami hal yang nyaris sama. Meski tak mengalami kejadian separah Toni, namun kualitas air menurun.

“Tempat saya masih bisa digunakan, tapi kualitas air menurun. Tetangga saya justru tidak bisa digunakan, keruh airnya,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Cabang Purwokerto 1 PDAM Tirta Satria Purwokerto Untung Wahyuningrat mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim teknik di lapangan. Untuk kejadian di Purwanegara, diakuinya sedang ada aktivitas blow off atau pencucian pipa saluran air.

“Karena sebelumnya musim kemarau cukup panjang, jadi debit air menurun sehingga kami tidak langsung melakukan pencucian. Nah kebetulan semalam hujan deras, jadi kotoran yang kemarin belum dibuang akhirnya turun sampai ke pelanggan,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Untuk penanganan, lanjutnya, dibutuhkan waktu satu hingga dua hari. Sebab, tim teknik akan mencari penyebabnya berurutan dari atas hingga ke bawah.

Kasubag Teknis Cabang Purwokerto 1 PDAM Tirta Satria Purwokerto Sigit Priyo menambahkan, penyebab air keruh di Kelurahan Purwonegara dikarenakan menurunnya debir air saat musim kemarau sebelumnya. Jadi, ketika rutinitas blow off harus bisa menghemat air.

“Saat ini kami sedang melakukan pembersihan, agar air jernih kembali,” jelasnya.

Ditambahkan, wilayah Kelurahan Purwanegara memang berada pada posisi rendah yang berada di kantong jaringan. Sehingga, air yang didapatkan warga merupakan air keruh akumulasi dari atas. (MJ-27)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.