Warga Kendal di Jabodetabek Disuguhi Wayang Orang

Pagelaran wayang orang dengan lakon Pendadaran Sokolimo ini dimainkan duta seni Kabupaten Kendal yang terdiri seniman tari dari 17 grup kesenian.

KENDAL – Warga Kendal yang ada di Jabotedabek berkumpul di anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk menyaksikan pagelaran kesenian wayang orang dari duta seni Kabupaten Kendal. Tidak hanya menikmati kesenian tradisional, mereka juga bisa menikmati makanan khas Kendal.

Penampilan duta seni Kendal dengan lakon Pendadaran Sokolimo di Anjungan Jawa Tengah TMII, Sabtu (13/7/2019) malam. Foto : metrojateng.com/edi prayitno

Pagelaran wayang orang dengan lakon Pendadaran Sokolimo ini dimainkan duta seni Kabupaten Kendal yang terdiri seniman tari dari 17 grup kesenian yang ada di Kendal. Mulai dari penari kuda lumping, barongan hingga pedalangan dan anak sekolah. Lakon Pendadaran Sokolima sendiri memuat pesan kebersamaan, kerja sama dan salin membantu serta hormat kepada guru dan orang tua.

Sutradara pementasan, Sapto Gembong Nugroho mengatakan lakon ini menggambarkan satria Pandawa dan Mandura dalam perjuangan banyak rintangan dan hambatan. “Lakon ini juga memberikan gambaran ketika negara membutuhkan maka siapapun dan apapun kapasitasnya harus mau menjadi bagian dari pembela kebenaran,” katanya.

Memilih pemain dari 17 grup kesenian yang ada di Kendal ini untuk memberikan kebanggaan dan harapan kepada seniman-seniman muda untuk terus melestarikan budaya Jawa.

Sementara itu Bupati Kendal Mirna Annisa berharap tahun depan lebih baik lagi dan lebih meriah. “Warga Kendal di Jabodetabek lebih kompak dan tetap menjadi bagian dari Kendal untuk membangun Kabupaten Kendal lebih maju. Memilih pementasan wayang orang untuk lebih mengenalkan kesenian tradisional jawa kepada warga Kendal,” jelasnya.

Warga Kendal di Jabodetabek sangat terhibur dengan pagelaran wayang orang “Pendadaran Sokolimo”. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Harapannya meski warga Kendal yang tidak lagi bermukim di Kabupaten Kendal tetap melestarikan kebudayaan asli Kendal sehingga tidak akan lupa dengan tanah kelahirannya.

Selain menampilkan pagelaran wayang orang warga Kendal di Jabodetabek bisa menikmati makanan khas Kendal yang sudah jarang ditemukan di Jakarta. Dengan demikian warga Kendal bisa bernostalgia menikmati jajanan dan makanan asal daerahnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kerabat Kendal (Pakken) Didik Agus Budiarto mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi antar perantau asal Kendal dibeberapa tempat di sekitar Jakarta terutama di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi untuk mewujudkan Kabupaten Kendal menuju Permata Pantura.

“Kami pun sering melakukan jalinan komunikasi baik melalui media sosial agar para perantau asal Kendal tetap terkoneksi. Selain itu jalinan komunikasi ini kami juga jadikan menjadi ajang promosi baik produk kendal dan acara yang diadakan oleh Pemkab Kendal seperti saat ini,” pungkasnya. (adv)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.