Warga Keluhkan Jalan Rusak dan Banyak Pengangguran, Begini Jawaban Hendi

Jumlah lowongan kerja tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja yang mencari pekerjaan.

SEMARANG – Warga Kelurahan Karangroto di Kecamatan Genuk mengeluhkan keberadaan jalan dan jembatan yang rusak serta masalah pengangguran di kelurahan tersebut. Hal itu disampaikan saat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengunjungi kelurahan itu dan dialog dengan warga belum lama ini.

Wali Kota Hendi menyapa warga saat kegiatan di Kelurahan Karangroto Kecamatan Genuk. (istimewa)

 

‘’Jalan di tempat kami masih ada yang rusak dan jembatannya juga kurang lebar. Kami warga berharap, Pak Hendi sebagai Wali Kota Semarang dapat segera memperbaikinya,’’ kata Mukhtadi, Ketua LPMK Karangroto.

Sedangkan Sobirin, perwakilan warga, mengeluhkan kepada wali kota mengenai masalah adanya pengangguran dan belum baiknya pekerjaan pemuda di wilayah Kelurahan Karangroto.

‘’Pemuda kami banyak yang lulusan SMA. Kemarin 12 orang ikut seleksi non ASN tapi tidak ada yang diterima,’’ keluhnya.

Permasalahan tersebut langsung ditanggapi Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi. Setelah menanyakan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Hendi memastikan jalan rusak dan pelebaran jalan di Karangroto akan segera diperbaiki tahun ini juga.

Warga bisa dicatat nggeh, kalau akhir bulan Februari belum ada material datang langsung geruduk rumah atau kantor saya,’’ kata Hendi.

Sementara terkait masalah pengangguran, Hendi mendorong agar pemuda di Karangroto berwirausaha dan tidak bergantung pada lowongan kerja. Karena jumlah lowongan kerja tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja yang mencari pekerjaan.

‘’Mas, tolong disampaikan ke pemuda pelosok Kota Semarang kalau hari ini kita ngomong jumlah tenaga kerja, jumlahnya tidak sebanding dengan lowongan kerja. Contohnya penerimaan CPNS kemarin dibuka lowongan 300, yang daftar 6.000. Jadi kita ajarkan anak boleh sekolah tinggi tapi jangan didoktrin jadi pegawai,’’ jelasnya.

Hendi juga mencontohkan generasi sekarang yang sering disebut generasi milenial, bisa menghasilkan rupiah yang tidak sedikit dengan bermodal handphone atau komputer.

‘’Sekarang zamannya generasi milenial. Dari HP dan komputer bisa sugih atau kaya. Tentu ada caranya,’’ lanjut Hendi yang juga seorang politisi PDI Perjuangan.

Dia menambahkan, Pemkot Semarang sendiri mensupport wirausaha dengan menyediakan pelatihan gratis dan kemudahan modal usaha. Di Pemkot ada balai latihan kerja, pelatihan manajemen, dan keahlian. Untuk bantuan modal juga ada yang namanya kredit wibawa atau wirausaha bangkit juara.

‘’Bunganya hanya tiga persen per tahun. Besarnya (pinjaman) Rp 5 juta tanpa agunan sampai dengan Rp 20 juta dengan agunan,’’ tandasnya. (duh) 

 

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.